Pengertian

Cetrotide merupakan jenis obat yang digunakan untuk mencegah terjadinya ovalusi prematur (kelahiran yang terjadi sebelum minggu ke-37 atau lebih awal dari hari perkiraan lahir) pada kehamilan. Cetrotide mengandung Cetrorelix acetate. Obat ini bekerja dengan menghalangi pelepasan hormon tertentu (hormon luteinizing). Cetrorelix menghentikan telur agar tidak dilepaskan terlalu dini dan memberi waktu pada telur untuk tumbuh dengan baik.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Hormon Tropik dan Preparat Sintetik.
  • Kandungan: Cetrorelix acetate.
  • Bentuk: Vial.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: 1 Vial.
  • Farmasi: Merck Tbk.

Kegunaan

Cetrotide digunakan untuk mencegah terjadinya ovalusi prematur pada kehamilan.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Cetrotide harus berdasarkan resep Dokter. Aturan penggunaan Cetrotide secara umum adalah:

  • Diberikan sebanyak 1 kali sehari sebanyak 0.25 mg secara vial dengan interval atau jarak pemakaian 24 jam. Digunakan mulai hari ke 5 atau ke 6 setelah dilakukannya stimulasi ovarium dan dilanjutkan selama dilakukannya terapi gonadotropin (hormon yang diproduksi oleh aktivitas sel pada ovarium dan testis).
  • Diberikan pada hari ke 7 stimulasi ovarium sebanyak 3 mg
    Selanjutnya diteruskan dengan dosis harian 0.25 mg diberikan setelah 96 jam setelah waktu induksi ovarium (indung telur).

Efek Samping

Efek samping Cetrotide yang mungkin terjadi:
1. Pengguna mengalami ruam merah pada area injeksi.
2. Pengguna akan merasa sakit dan nyeri di area injeksi.
3. Pengguna dimungkinkan merasa mual dan muntah.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Cetrotide pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Wanita hamil dan menyusui.
2. Gagal ginjal dan hati.
3. Wanita menopause.
4. Hipersenitif (alergi) terhadap manitol.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cetrotide ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.