Pengertian

Chenofalk merupakan obat untuk menghancurkan batu empedu. Chenofalk direkomendasikan bagi penderita yang tidak mau menjalani operasi atau karena operasi tidak memungkinkan baginya dengan berbagai alasan. Chenofalk masuk dalam golongan obat keras sehingga hanya dapat dibeli dengan resep Dokter. Selain itu, Chenofalk dapat membantu mengobati kelainan hepatobiliar (kelainan hati dan empedu) yang berhubungan dengan fibrosis kistik pada anak usia 6 tahun sampai kurang dari 18 tahun.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kolagogum, Kolelitolitik dan Hepatoprotektor.
  • Kandungan: Chenodeoxycholic acid 250 mg.
  • Bentuk: Kapsul.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Kapsul.
  • Farmasi: Ikapharmindo.

Kegunaan

Chenofalk digunakan untuk:

  • Membantu mengobati sirosis bilier primer atau peradangan saluran empedu.
  • Melaruntukan batu empedu (diameter < 15 mm) yang tidak terlihat dengan sinar X atau rongsen (batu empedu radiolusen).
  • Kelainan hepatobiliar (kelainan hati dan empedu) yang berhubungan dengan fibrosis kistik pada anak usia 6 tahun sampai kurang dari 18 tahun.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Chenofalk harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan Chenofalk yaitu:

  • Dosis 15 mg per kg BB per hari dalam 2 dosis, pagi dan malam sewaktu makan.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Chenofalk, antara lain:
1. Diare, sering membaik secara spontan.
2. Feses lembek.
3. Nyeri abdomen parah pada bagian kanan atas.
4. Pengerasan jaringan hati.
5. Gangguan fungsi hati yang parah.
6. Pengerasan batu empedu karena penumpukan kalsium.
7. Ruam (urticarial).

Kontraindikasi
- Disfungsi hepatosit atau kelainan duktus empedu
- Komplikasi batu empedu atau alasan kuat untuk pembedahan kandung empedu.

Interaksi Obat:
1. Chenofalk dapat dihambat absorpsinya oleh kolestiramin, kolestipol, aluminium hidroksida.
2. Jangan digunakan bersama hormon estrogen, karena dapat mempercepat pembentukan batu empedu.