Pengertian

Chlordiazepoxide digunakan untuk mengobati kecemasan dan penurangi alkohol akut. Chlordiazepoxide juga digunakan untuk menghilangkan rasa takut dan kecemasan sebelum operasi. Chlordiazepoxide termasuk kelas obat yang disebut benzodiazepin yang bekerja pada otak dan saraf (sistem saraf pusat) untuk menghasilkan efek menenangkan. 

Keterangan

  • Golongan: Psikotropika.
  • Kelas Terapi: Sedatif, Ansiolitik, dan Hipnotik.
  • Kandungan: Chlordiazepoxide 10 gram.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Abbott Healthcare PT.

Kegunaan

Chlordiazepoxide digunakan untuk mengobati kecemasan dan mengurangi alkohol akut.

Dosis & Cara Penggunaan

Chlordiazepoxide termasuk dalam golongan Psikotropik, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:
1. Insomnia: 10 – 30mg diminum sebelum tidur.
2. Kaku dan kejang otot: 10 – 30 mg per hari, 2-3x pemberian.
3. Ansietas: 30 – 100mg perhari, 2-3x pemberian.
4. Gejala putus alkohol: 50 – 300 mg perhari.
Penggunaan obat ini harus menggunakan resep dari Dokter, konsultasikan lebih lanjut kepada Dokter yang telah memeriksa anda secara langsung, sehingga mengetahui kondisi medis anda.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Chlordiazepoxide adalah:
1. Agresi (gangguan fisik dan psikologis).
2. Merusak kinerja psikomotorik.
3. Sedasi.
4. Diskrasi darah.
5. Berpotensi fatal: hemolitik.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Chlordiazepoxide pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Wanita hamil dan menyusui.
2. Porfiria (kelainan genetik).
3. Psikosis kronis (halusinasi).
4. Hipersenitif (alergi) terhadap benzodiazepin.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Chlordiazepoxide:
1. Simetidin dapat meningkatkan kosentrasi serum chlordiazepoxide.
2. Alkohol dapat mempotensi efek depresan Sistem Syaraf Pusat (SSP).
3. Neuroleptik mayor.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Chlordiazepoxide ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).