Pengertian

Cilostazol merupakan tablet yang diproduksi oleh PT. Bernofarm. Cilostazol bermanfaat untuk mengobati gejala iskemia seperti ulkus, rasa sakit dan dingin yang disebabkan karena adanya penyumbatan arteri kronis. Cilostazol bekerja dengan cara menghambat fosfodiesterase-III (PDE-III), sehingga menekan degradasi siklik adenosin monofosfat (cAMP). Peningkatan cAMP dalam trombosit dan pembuluh darah menyebabkan penghambatan agregasi trombosit, vasodilatasi dan penghambatan proliferasi sel otot polos pembuluh darah.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kategori: Antikoagulan, Antiplatelet dan Fibrinolitik (Trombolitik)
  • Kandungan: Cilostazol 100 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan : Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: PT. Bernofarm.

Kegunaan

Cilostazol bermanfaat untuk mengobati gejala iskemia seperti ulkus, rasa sakit dan dingin yang disebabkan karena adanya penyumbatan arteri kronis.

Dosis & Cara Penggunaan

Cilostazol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Anjuran pemakaian Cilostazol:

  • Dewasa: 2 x sehari 100 mg. Hentikan jika sudah ada perbaikan kesehatan setelah 3 bulan.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Cilostazol, antara lain:

  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Jantung berdebar.
  • Diare.
  • Mual, muntah.
  • Edema.
  • Aritmia jantung.
  • Nyeri dada.
  • Ruam.

Kontraindikasi:
Ulserasi peptik, angina pektoris, takikardia, ganguan hati dan gangguan ginjal.

Interaksi Obat:
Interaksi yang dapat terjadi yaitu :
1. Penggunaan cilostazol bersama ketoconazole dan omeprazole dapat meningkatkan kadar cilostazol dalam darah.
2. Penggunaan cilostazol bersama aspirin dan heparin dapat meningkatkan risiko pendarahan.

Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cilostazol ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.