Pengertian

Cipralex merupakan obat yang mengandung Escitalopram yang digunakan untuk depresi mayor, gangguan panik, agorafobia (fobia terjebak di tempat umum). Cipralex juga dapat meredakan fobia di tempat ramai, kecemasan kronis yang ditandai dengan rasa khawatir dan tegang yang berlebihan.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antidepresan.
  • Kandungan: Escitalopram 20 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: 1 Strip @ 14 Tablet.
  • Farmasi: Pyridam Farma.

Kegunaan

Cipralex digunakan untuk mengobati depresi dan kecemasan, dan kelainan mental.

Dosis & Cara Penggunaan

Cipralex termasuk ke dalam golongan Obat Keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Cipralex juga harus dikonsultasikan dengan Dokter, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu.

  • Dosis untuk gangguan panik dengan atau tanpa agorafobia:
    • Dewasa: dosis awal, 5 mg sekali sehari, meningkat setelah seminggu hingga 10 mg sekali sehari. Maksimal: 20 mg setiap hari.
    • Lansia: Setengah dosis dewasa.
  • Obat oral untuk gangguan kecemasan, depresi, gangguan kompulsif obsesif.
    • Dewasa: 10 mg sekali sehari, meningkat setelah setidaknya satu minggu jika diperlukan. Maksimal: 20 mg sekali sehari.
    • Lansia: Setengah dosis dewasa.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin timbul dalam penggunaan Cipralex:
- Sakit kepala, pusing
- Mual, muntah
- Mulut kering
- Diare, sembelit
- Somnolence
- Insomnia
- Temor, paresthesia
- Kecemasan,
- Mimpi yang tidak biasa
- Kegelisahan
- Sinusitis
- Menguap
- Arthralgia, mialgia
- Kelelahan
- Perubahan pada EKG
- Gangguan ejakulasi dan impotensi (pria) dan anorgasmia (wanita)
- Peningkatan keringat
- Nafsu makan dan libido berkurang.

Kontraindikasi
Penggunaan bersamaan dengan obat yang memperpanjang interval QT (misalnya Pimozide).

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Cipralex:
- Antidepresan lainnya
- Buspirone
- Litium
- Obat pengencer darah–warfarin, Coumadin, Jantoven
- Obat sakit kepala migrain–sumatriptan, rizatriptan, and sebagainya
- Obat nyeri narkotik–fentanyl atau tramadol.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cipralex ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.