Pengertian

Cirrus merupakan sebuah obat yang masuk kedalam golongan obat antihistamin, yang masuk kedalam kelompok obat antihistamin generasi kedua. Obat Cirrus ini biasanya digunakan untuk mencegah serta mengobati berbagai macam alergi yang menyerang tubuh pengguna.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antihistamin dan Antialergi atau Dekongestan Hidung dan Preparat Hidung Lainnya.
  • Kandungan: Cetirizine HCl 5 mg, pseudoephedrine HCl 120 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @14 Tablet.
  • Farmasi: PT. Ucb Pharma Spa.

Kegunaan

Kegunaan dari Cirrus adalah :

  • Dapat digunakan untuk mengatasi penyakit urtikaria (biduran) idiopati kronis
  • Efektif untuk mengobati gejala alergi yang terjadi pada sistem saluran pernapasan, seperti bersin-bersin serta hidung berair.
  • Digunakan untuk meredakan rasa gatal, bengkak dan bintik-bintik kemerahan pada kulit yang diakibatan akibat reaksi alergi.
  • Dapat juga digunakan untuk mengobati hidung gatal (rhinitis alergi) menahun atau musiman.
  • Dapat juga digunakan untuk mengobati mata gatal akibat alergi
  • Meredakan dan mengobati penyakit pruritus.

Dosis & Cara Penggunaan

Cirrus termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Rinitis alergi, yaitu:
    • Penggunaan pada anak berumur 2-6 tahun: berikan 1 kali sehari sebanyak 2.5 mg atau dapat juga diberikan sebanyak 2.5 mg
    • setiap 12 jam sekali, dengan dosis maksimal 5 mg per hari.
    • Penggunaan pada anak berumur 6-12 tahun: berikan 1 kali sehari sebanyak 5 atau 10 mg.
    • Penggunaan pada anak berumur 12-18 tahun: berikan 1 kali sehari sebanyak 10 mg atau dapat juga diberikan sebanyak 5 mg
    • setiap 12 jam sekali.
    • Penggunaan pada orang dewasa: berikan 1 kali sehari sebanyak 5 atau 10 mg.
    • Penggunaan pada orang berusia 65 tahun ke atas : maksimal pemberian 5 mg per hari.
  • Urtikaria Idiopati Kronis, yaitu:
    • Penggunaan pada anak berumur 6 bulan – 2 tahun: berikan 1 kali sehari sebanyak 2.5 mg.
    • Penggunaan pada anak berumur 2-5 tahun: berikan 1 kali sehari sebanyak 2.5 atau 5 mg.
    • Penggunaan pada anak berumur 6 tahun keatas: berikan 1 kali sehari sebanyak 10 mg.
    • Penggunaan pada orang dewasa: berikan 1 kali sehari sebanyak 5 atau 10 mg.
    • Penggunaan pada orang berusia 65 tahun ke atas : maksimal pemberian 5 mg per hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Cirrus adalah:

  • Mengantuk.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri perut.
  • Kelelahan.
  • Mulut kering.
  • Pusing.
  • Diare.
  • Malaise (letih, lemah, lemas, dan lesu).
  • Bronkospasme (gangguan yang terjadi otot bronkus yang rentan terjadi pada orang dengan penyakit asma atau alergi)
  • Muntah.
  • Angioedema (pembengkakan di bawah kulit yang disebabkan oleh reaksi alergi).
  • Halusinasi.
  • Hipotensi.
  • Tremor, dan insomnia.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Cirrus pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Glaukoma (kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata) sudut sempit.
2. Retensi urin (gangguan pada kandung kemih sehingga kesulitan untuk mengeluarkan atau mengosongkan urine).
3. Penyakit jantung koroner yang parah.
4. Anak-anak 5. Menggunakan atau pernah menggunakan dalam kurun 14 hari golongan obat MAO inhibitor.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi pada Cirrus:
1. Meningkatkan efek farmakologis jika digunakan bersama obat depresan SSP.
2. Dapat meningkatkan aktivitas alat pacu jantung ektopik jika digunakan bersama digitalis.
3. Dapat mengurangi efek farmakologis agen antihipertensi yang mengganggu aktivitas simpatis (misalnya:reserpin, metildopa).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cirrus ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.