Pengertian

Cisplatin adalah obat yang digunakan untuk membantu mengobati Kanker testis (kondisi yang terjadi ketika sel-sel pada testis tumbuh secara tidak terkendali. Kanker testis termasuk jenis kanker yang cukup langka. Kondisi ini paling sering terjadi pada pria usia 15-49 tahun), kanker ovarium (kondisi di mana tumor ganas tumbuh berkembang di dalan indung telur, di mana sel-sel telur juga hormon wanita(estrogen dan progesteron) dihasilkan), kanker kandung kemih.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kemoterapi sitotoksik.
  • Kandungan: Cisplatin 50 mg/50 mL.
  • Bentuk: Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Vial 50 mL.
  • Farmasi: Dankos Farma

Kegunaan

Cisplatin digunakan untuk membantu mengobati kanker testis, kanker ovarium, kanker kandung kemih.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis penggunaan Cisplatin : 50-120 mg/m2.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi nefrotoksik (gangguan fungsi ginjal), ototoksik (gangguan pendengaran), mielosupresi (menekan produksi darah), mual muntah, neurotoksik (dapat menyebabkan kelumpuhan), reaksi alergi, gangguan elektrolit serum, hiperurisemia (peningkatan kadar asam urat).

Kontraindikasi
Gangguan fungsi ginjal, mielosupresi (efek obat yang menekan produksi darah dalam tubuh), gangguan pendengaran, hipersensitif, kehamilan dan laktasi.

Interaksi Obat
Cisplatin dapat berinteraksi dengan obat antara lain vaksin rotavirus, doxorubicin, furosemide, paclitaxel, tacrolimus. thioctic acid, topotecan, vaksin typhoid, talproic acid, vaksin virus varicella, vinorelbine, rituximab.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Cisplatin ke dalam Kategori D :

Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Cisplatin selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.