Pengertian

Citaz adalah obat yang mengandung zat aktif Cilostazol yang digunakan untuk membantu mengobati Penyakit Pembuluh Darah Perifer (penyempitan arteri yang terjadi sehingga mengurangi aliran darah ke kaki). Gejala yang mungkin terjadi pada Penyakit pembuluh darah Perifer: Nyeri kram pada otot pinggul, paha, atau betis setelah melakukan aktivitas seperti berjalan atau naik tangga (klaudikasi intermiten). Citaz bekerja dengan menghentikan sel-sel darah yang disebut platelet saling menempel dan mencegah mereka dari pembentukan gumpalan berbahaya. Selain itu, Citaz juga bekerja dengan memperlebar pembuluh darah di kaki, sehingga membantu darah untuk bergerak lebih mudah dan membuat darah mengalir lebih lancar dalam tubuh. Citaz tersedia 2 kekuatan dosis yang berbeda, yaitu Citaz 50 mg dan 100 mg. Perbedaan Kekuatan dosis digunakan untuk membedakan tingkat tujuan terapi atau rasa sakit yang diderita oleh pasien.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antikoagulan
  • Kandungan: Cilostazol 50 mg; Cilostazol 100 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Dankos Farma.

Kegunaan

Citaz diindikasikan untuk membantu mengobati penyakit pembuluh darah perifer.

Dosis & Cara Penggunaan

Citaz termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter.

Aturan penggunaan Citaz Tablet: Pada orang dewasa diminum 2 kali sehari 100 mg. Atau sesuai anjuran Dokter.

Citaz diminum dalam keadaan perut kosong, ½ jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan. Lama pengobatan dengan Citaz maksimal 12 minggu.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Citaz, antara lain:
- Sakit kepala.
- Pusing.
- Jantung berdebar.
- Diare.
- Nyeri.
- Edema (penumpukan cairan).
- Mual dan muntah.
- Aritmia (gangguan detak jantung).
- Nyeri dada.
- Rinitis (radang selaput hidung).

Kontraindikasi:
Obat ini tidak dapat digunakan pada pasien perdarahan antara lain perdarahan saluran cerna, saluran kemih, paru, hemofilia, gagal jantung kongestif derajat 3 dan 4, hipersensitivitas, kehamilan dan menyusui.

Interaksi Obat:
Citaz dapat berinteraksi dengan obat abciximab, aceclofenac, acemetacin, alipogene tiparvovec, alteplase, recombinant, amiodarone, amtolmetin guacil, anagrelide, apixaban, aspirin, bromfenacb, bufexamac, carbamazepinec, celecoxib, xarelto (rivaroxaban), clarithromycin.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Citaz ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.