Pengertian

Citaz 100 mgTablet adalah obat yang mengandung zat aktif Cilostazol yang digunakan untuk membantu mengobati Penyakit Pembuluh Darah Perifer (penyempitan arteri yang terjadi sehingga mengurangi aliran darah ke kaki). Gejala yang mungkin terjadi pada Penyakit pembuluh darah Perifer : Nyeri kram pada otot pinggul, paha, atau betis setelah melakukan aktivitas seperti berjalan atau naik tangga (klaudikasi intermiten) . Kaki menjadi mati rasa atau lemah . Kedinginan pada kaki bagian bawah, terutama jika dibandingkan dengan suhu kaki lainnya. Citaz 100 mgTablet bekerja dengan menghentikan sel-sel darah yang disebut platelet saling menempel dan mencegah mereka dari pembentukan gumpalan berbahaya. Selain itu, obat ini juga bekerja dengan memperlebar pembuluh darah di kaki sehingga membantu darah untuk bergerak lebih mudah dan membuat darah mengalir lebih lancar dalam tubuh. Citaz 100 mgTablet tidak boleh digunakan tanpa resep dari dokter spesialis karena obat ini biasanya dijadikan pilihan kedua setelah obat-obatan lainnya gagal membantu mengobati klaudikasi intermiten (Nyeri kram pada otot pinggul, paha, atau betis setelah melakukan aktivitas seperti berjalan atau naik tangga).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antikoagulan.
  • Kandungan: Cilostazol 100 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan

Citaz 100 mg Tablet diindikasi untuk membantu mengobati penyakit pembuluh darah perifer.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis penggunaan Citaz 100 mg Tablet juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena Dosis Penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Aturan penggunaan Citaz 100 mg Tablet: Pada orang dewasa diminum 2 kali sehari 100 mg. Atau sesuai anjuran Dokter

Citaz 100 mg Tablet diminum dalam keadaan perut kosong, ½ jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan. Untuk hasil yang lebih maksimal, Citaz 100 mg Tablet diminum setiap hari dan diusahkan dalam waktu yang sama setiap hari nya. Jika tidak sengaja lupa meminum Citaz 100 mg Tablet, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis pada jadwal berikutnya. Lama pengobatan dengan Citaz 100 mg Tablet maksimal 12 minggu.

Efek Samping

Semua Obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut. Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Citaz 100 mg Tablet antara lain sakit kepala, pusing, jantung berdebar, diare, nyeri, edema (pembengkakkan karena penumpukan cairan tubuh pada bagian tertentu), mual dan muntah, aritmia (gangguan detak jantung), nyeri dada, rinitis (radang selaput hidung).

Kontraindikasi
Obat ini tidak dapat digunakan pada pasien perdarahan antara lain perdarahan saluran cerna, saluran kemih, paru, hemofilia, gagal jantung kongestif derajat 3 dan 4, hipersensitivitas, kehamilan dan menyusui.

Interaksi Obat
Citaz dapat berinteraksi dengan obat abciximab, aceclofenac, acemetacin, alipogene tiparvovec, alteplase, recombinant, amiodarone, amtolmetin guacil, anagrelide, apixaban, aspirin, bromfenacb, bufexamac, carbamazepinec, celecoxib, xarelto (rivaroxaban), clarithromycin.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Citaz ke dalam Kategori D :

Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Citaz selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.