Pengertian

Clarithromycin merupakan obat yang memiliki banyak nama dagang antara lain Clapharma, yang digunakan sebagai Antibiotik untuk membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri. Selain membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, Clapharma juga digunakan untuk membantu mengobati sakit maag yang disebabkan oleh bakteri H. pylori. Clapharma hanya membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri sehingga pengobatan Clapharma untuk infeksi virus dan jamur tidak akan berhasil. Penggunaan Clapharma secara tidak tepat dan sembarangan dapat menyebabkan resistensi (bakteri menjadi kebal terhadap penyakit) yang dapat menyebabkan penurunan efektifitas kerja obat.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Clarithromycin 250 mg;¬†Clarithromycin 500 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Actavis Indonesia.

Kegunaan

Clapharma Tablet digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi yang dapat diobati dengan Clapharma Tablet antara lain:

  • Infeksi saluran pernafasan
  • Infeksi kulit, Infeksi jaringan lunak (otot, tendon, pembuluh darah dan lain-lain)
  • Infeksi yang mudah atau peka dengan Clapharma Tablet
  • Selain infeksi, Clapharma Tablet juga digunakan untuk mengatasi sakit Maag yag disebabkan oleh bakteri H. pylori.

Dosis & Cara Penggunaan

Clapharma merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Clapharma juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang di derita. Aturan penggunaan:

  • Untuk infeksi yang disebabkan bakteri:
    Pada dewasa diminum 250 mg dan untuk infeksi yang berat diminum 500 mg, hingga 7-14 hari.
    Pada anak-anak diminum 7.5 mg/kg berat badan selama 5-10 hari.
  • Untuk mengatasi sakit Maag yag disebabkan oleh bakteri H. pylori :
    Pada dewasa diminum 500 mg dengan kombinasi obat lain selama 7-14 hari.
    Pada anak-anak lebih dari 1 tahun diminum 7.5 mg/kg berat badan dengan kombinasi obat lain selama 7 hari.

Atau sesuai petunjuk Dokter.

Clapharma dapat diminum sebelum maupun sesudah makan. Untuk hasil yang lebih maksimal, Clapharma diminum setiap hari dan diusahkan dalam waktu yang sama setiap harinya. Jika tidak sengaja lupa meminum Clapharma, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis pada jadwal berikutnya. Penggunaan Clapharma harus dihabiskan.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin dapat timbul adalah:
- Gangguan bau dan rasa
- Perubahan warna lidah dan gigi
- Sakit kepala
- Artralgia (nyeri sendi)
- Mialgia (nyeri otot)
- Hipoglikemia (kadar gula darah kurang dari normal)
- Leukopenia (jumlah leukosit kurang dari normal)
- Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)
- Kelemahan otot
- Peningkatan kadar serum serum amilase
- Demam.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Clapharma pada pasien:

  • Pasien dengan hipersensitivitas terhadap clarithromycin atau antibiotik macrolide lainnya
  • Memiliki riwayat perpanjangan QT atau aritmia jantung ventrikel, termasuk torsades de pointes, hipokalaemia
  • Memiliki riwayat penyakit kuning kolestatik atau disfungsi hati yang terkait dengan penggunaan clarithromycin sebelumnya.
  • Pasien yang menerima terfenadine, astemizole, pimozide, cisapride, ergotamine atau dihydroergotamine, dan colchicine.

Interaksi Obat:

  • Mengurangi kemanjuran jika diberikan bersamaan dengan penginduksi CYP3A (misalnya Fenitoin, karbamazepin).
  • Induser kuat sistem CYP450 (misalnya Efavirenz, rifampicin) dapat mempercepat metabolisme, sehingga menurunkan kadar klaritromisin plasma.
  • Penghambatan metabolisme jika diberikan bersamaan dengan ritonavir.
  • Peningkatan pajanan phosphodiesterase inhibitor jika diberikan bersamaan dengan sildenafil, tadalafil atau vardenafil.
  • Peningkatan risiko toksisitas digoxin.
  • Berkurangnya konsentrasi AZT.
  • Penggunaan bersamaan dengan atazanavir, itraconazole atau saquinavir dapat menyebabkan interaksi obat dua arah.
  • Hipotensi, bradaritmia, dan asidosis laktat dapat terjadi bila digunakan bersama verapamil.
  • Peningkatan risiko miopati, termasuk rhabdomyolysis jika diberikan bersamaan dengan inhibitor reduktase HMG-CoA.
  • Peningkatan risiko hipoglikemia jika diberikan bersamaan dengan obat hipoglikemik oral (misalnya Pioglitazone) dan insulin.
  • Risiko perdarahan serius dan peningkatan waktu INR dan protrombin jika diberikan bersamaan dengan antikoagulan oral.
  • Ototoksisitas meningkat jika diberikan bersamaan dengan aminoglikosida.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Clapharma ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.