Pengertian

Clarithromycin adalah obat antibiotik makrolid yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan kulit. Dalam mengatasi infeksi, obat ini bekerja dengan cara menghentikan perkembangbiakan bakteri.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik.
  • Kandungan: Clarithromycin 500 mg.
  • Bentuk: Kaplet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet.
  • Farmasi: Ethercon

Kegunaan

Clarithromycin digunakan infeksi saluran pernafasan, infeksi kulit, infeksi jaringan lunak (otot, tendon, pembuluh darah dan lain-lain), infeksi yang mudah atau peka dengan Clarithromycin.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Clarithromycin harus dikonsultasikan dengan Dokter. Dosis penggunaan Clarithromycin secara umum adalah:

  • Untuk infeksi yang disebabkan bakteri:
    • Pada dewasa diminum 250 mg dan untuk infeksi yang berat diminum 500 mg, hingga 7-14 hari, Pada anak-anak diminum 7.5 mg/kg berat badan selama 5-10 hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Clarithromycin, antara lain:

  • Stomatitis (inflamasi/pembengkakan pada rongga mulut).
  • Glositis (inflamsi/ pembengkakan pada lidah).
  • Perubahan warna pada gigi dan lidah.
  • Sakit kepala.
  • Arthralgia (nyeri pada sendi), mialgia (nyeri pada otot), hipoglikemia (kadar gula dalam darah dibawah normal).
  • Leukopenia (kadar sel darah putih dibawah normal).
  • pankreatitis (pembengkakan pankreas). 

Kontraindikasi
- Hipersensitivitas terhadap clarithromycin atau antibiotik macrolida lainnya.
- Pasien yang menerima terfenadine, astemizole, pimozide, cisapride, ergotamine atau dihydroergotamine, dan colchicine.
- Riwayat perpanjangan QT atau aritmia jantung ventrikel.

Interaksi obat
- Mengurangi efisiensi dengan phenytoin dan carbamazepine.
- Efavirenz dan rifampisin dapat mempercepat metabolisme, sehingga kadar Clarithromycin plasma lebih rendah.
- Mengambat metabolisme dengan ritonavir.
- Meningkatkan paparan phosphodiesterase inhibitor dengan sildenafil, tadalafil dan vardenafil.
- Meningkatkan kemungkinan toksik digoxin.
- Mengurangi konsentrasi zidovudine.
- Penggunaan bersamaan dengan atazanavir, itrakonazol atau saquinavir dapat mengakibatkan interaksi obat dua-arah.
- Meningkatnya resiko hipoglikemia (kadar gula dalam darah rendah) dengan obat hipoglikemia seperti pioglitazone dan insulin.
- Meningkat dan memperpanjang efek sedasi (penenang) dengan triabenzodiazepines (seperti midazolam).
- Penggunaan dengan verapamil dapat menyebabkan hipotensi (tekanan darah rendah), bradiaritmia (gangguan ritme jantung) dan asidosis laktat (gangguan keseimbangan asam-basa darah yang ditandai dengan kenaikan kadar asam laktat).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Clarithromycin ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.