Pengertian

Claros merupakan obat yang mengandung Clarithromycin. Claros digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernafasan, infeksi bakteri yang rentan, infeksi pada kulit dan maag yang disebabkan oleh Helicobacter pylori. Claros bekerja dengan cara menghentikan perkembangbiakan bakteri.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Makrolida
  • Kandungan: Clarithromycin 250 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Pharos Indonesia.

Kegunaan

Claros digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Claros termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Infeksi saluran pernapasan; Infeksi kulit dan jaringan lunak; Infeksi yang rentan
    1 tablet diberikan 2 kali sehari. Untuk infeksi yang berat diberikan 2 tablet 2 kali sehari. Lama terapi: 7-14 hari.
  • Infeksi H. pylori dengan antibakteri lain dan antagonis PPI atau H2
    2 tablet, diminum 2 kali sehari selama 7-14 hari.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin akan timbul:
- Mialgia (nyeri otot)
- Hipoglikemia (kadar gula darah kurang dari normal)
- Leukopenia (jumlah leukosit kurang dari normal)
- Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)
- Kelemahan otot
- Gangguan bau dan rasa
- Perubahan warna lidah dan gigi
- Sakit kepala
- Artralgia (nyeri sendi)
- Peningkatan kadar serum serum amilase
- Demam.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Claros pada pasien:

  • Memiliki riwayat penyakit kuning kolestatik atau disfungsi hati yang terkait dengan penggunaan clarithromycin sebelumnya.
  • Pasien yang menerima terfenadine, astemizole, pimozide, cisapride, ergotamine atau dihydroergotamine, dan colchicine.
  • Pasien dengan hipersensitivitas terhadap clarithromycin atau antibiotik macrolide lainnya
  • Memiliki riwayat perpanjangan QT atau aritmia jantung ventrikel, termasuk torsades de pointes, hipokalaemia

Interaksi Obat:

  • Berkurangnya konsentrasi AZT.
  • Penggunaan bersamaan dengan atazanavir, itraconazole atau saquinavir dapat menyebabkan interaksi obat dua arah.
  • Hipotensi, bradaritmia, dan asidosis laktat dapat terjadi bila digunakan bersama verapamil.
  • Peningkatan risiko miopati, termasuk rhabdomyolysis jika diberikan bersamaan dengan inhibitor reduktase HMG-CoA.
  • Peningkatan risiko hipoglikemia jika diberikan bersamaan dengan obat hipoglikemik oral (misalnya: Pioglitazone) dan insulin.
  • Risiko perdarahan serius dan peningkatan waktu INR dan protrombin jika diberikan bersamaan dengan antikoagulan oral.
  • Ototoksisitas meningkat jika diberikan bersamaan dengan aminoglikosida.
  • Mengurangi kemanjuran jika diberikan bersamaan dengan penginduksi CYP3A (misalnya: Fenitoin, karbamazepin).
  • Induser kuat sistem CYP450 (misalnya: Efavirenz, rifampicin) dapat mempercepat metabolisme, sehingga menurunkan kadar klaritromisin plasma.
  • Penghambatan metabolisme jika diberikan bersamaan dengan ritonavir.
  • Peningkatan pajanan phosphodiesterase inhibitor jika diberikan bersamaan dengan sildenafil, tadalafil atau vardenafil.
  • Peningkatan risiko toksisitas digoxin.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Claros ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.