Pengertian

Clatax merupakan antibiotik sefalosporin generasi ketiga. Seperti jenis sefalosporin generasi ketiga lainnya, Clatax memiliki aktivitas spekstrum luas terhadap bakteri Gram prositif dan Gram negatif. Pada sebagian besar kasus, hal tersebut dianggap setara dengan ceftriaxone dalam hal keamanan dan kemanjuran.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik.
  • Kandungan: Cefotaxime 1 Gram.
  • Bentuk: Serbuk Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Box, 2 Vial @ 1 Gram.
  • Farmasi: Fahrenheit

Kegunaan

Clatax digunakan untuk mengobati Infeksi serius dan mengancam jiwa terutama yang disebabkan oleh bakteri gram positif dan negatif yang resisten terhadap antibiotik lain, seperti pada saluran napas bawah, saluran urogenital, ginekologis, bakteremia atau septikemia, infeksi kulit dan struktur kulit, intra abdominal, tulang dan sendi.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Clatax harus dikonsultasikan dengan Dokter. Berikut adalah beberapa dosis umum dari penggunaan Clatax:
1. Pengobatan Infeksi tanpa Komplikasi
Dewasa, dosis biasa 1 gram IM atau IV setiap 12 jam. Infeksi sedang sampai berat biasanya dengan dosis 1 sampai 2 gram IM atau IV setiap 8 jam, namun pada beberapa infeksi seperti septikemia harus diobati dengan 2 gram IV setiap 6 sampai dengan 8 jam. Sedangakan untuk infeksi yang berat atau mengancam jiwa kemungkinan memerlukan 2 gram IV setiap 4 jam.
2. Meningitis dan Infeksi CNS lainnya
Dewasa, 2 gram IV setiap 6 jam selama 7 sampai dengan 21 hari.
3. Jika Clatax digunakan untuk pengobatan penyakit Lyme awal pada orang dewasa dengan penyakit neurologis aku yang dimanifestasikan oleh meningitis atau radiculopathy, dosis yang dianjurkan adalah 2 gram IV setiap 8 jam selama 14 hari (umumnya berkisar antara 10 hingga 28 hari).
4. Ketika rejimen parenteral diindikasikan untuk pengobatan karditis lyme pada pasien dengan blok jantung atrioventrikular (AV) dan atau myopericarditis yang terkait dengan penyakit lyme awal, dosis penggunaan yang dianjurkan adalah 2 gram IV setiap 8 jam selama 14 hari (umumnya berkisar antara 14 hingga 21 hari).
5. Anak-anak dan bayi dengan berat badan lebih dari 50 kg, diberikan dosis umum harian yang biasa digunakan, namun tidak boleh melebihi 12 gram per hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi yaitu :
1. Peradangan pada area suntik dari pemberian IV, nyeri, indurasi dan kelembutan setelah injeksi IM
2. Ruam, pruritus, demam eosinofilia
3. Kolitis, diare, mual dan muntah

Sedangkan beberapa efek samping dari Clatax yang jarang terjadi diantaranya:
1. Neutropenia
2. Leukopenia sementara
3. Moniliasis
4. Vaginitis

Selain itu, terdapat beberapa efek samping lain yang juga mungkin dapat terjadi saat menggunakan Clatax, diantaranya:
1. Muncul garis-garis merah pada kulit
2. Pembengkakan, nyeri pada area suntikan
3. Kembung
4. Sakit pada dada
5. Panas dingin
6. Diare
7. Kesulitan bernapas, kesulitan menelan
8. Pusing
9. Demam
10. Batuk atau suara serak
11. Sakit kepala
12. Mimisan

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Clatax ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut: “Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).” Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Clatax selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.