Pengertian

Cleniderm Krim termasuk golongan kortikosteroid yang berupa krim. Cleniderm Krim digunakan untuk pengobatan penyakit seperti eczema (penyakit kulit yang ditandai dengan munculnya rasa gatal secara terus-menerus dan timbul ruam kulit yang memerah), dermatitis (peradangan pada kulit yang menyebabkan kulit memerah dan gatal) dan psoriasis (peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam merah, kulit kering, tebal, bersisik, dan mudah terkelupas).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid topikal.
  • Kandungan: Beclomethasone 0.25 mg/gram.
  • Bentuk: Krim.
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Tube 10 gram.
  • Farmasi: Soho Industri Pharmasi.

Kegunaan

Cleniderm 0.025 Krim 10 Gram digunakan untuk mengobati dermatitis kontak, iritasi tertentu, bayi yang mengalami kemerahan dan lecet pada lipatan anogenital (anus dan alat kelamin), eksim idiopati, alergi, dan infantil, akibat statis pada kaki, krusta karena susu (keropeng susu), gatal-gatal esensial, gatal-gatal pada vulva atau pukas (alat kelamin luar perempuan) dan anus atau dubur, radiodermatitis, kemerahan kulit karena terbakar sinar matahari, luka bakar, neurodermatitis, liken ruber planus, urtikaria (biduran atau kaligata), lecet, oksikodermatosis yang disebabkan oleh obat & makanan, lupus eritematosa, psoriasis, jerawat.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Cleniderm harus dikonsultasikan dengan Dokter. Cleniderm Krim dioleskan tipis-tipis pada area atau bagian yang dibutuhkan. Sebelum dioleskan bersihkan terlebih dahulu, lalu oleskan 2 kali sehari. Gunakan secara teratur untuk hasil yang maksimal. Setelah ada perubahan atau kemajuan setalah penggunaan Krim ini kurangi secara bertahap.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Cleniderm Krim antara lain:
1. Atropi kulit bisa terjadi pada penggunaan jangka lama.
2. Iritasi.
3. Kekeringan.

Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap kandungan obat.

Keamanan Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Cleniderm Krim kedalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

"Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin."

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Cleniderm Krim selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.