Pengertian

Cliad Tablet merupakan obat yang diproduksi oleh PT. Interbat. Cliad mengandung chlordiazepoxide dan clidinium merupakan kombinasi obat yang digunakan untuk mengobati keluhan sakit maag dan kram perut akibat gangguan saluran pencernaan. Jenis gangguan tersebut dapat berupa tukak lambung, infeksi usus (enterocolitis), serta irritable bowel syndrome (IBS). Chlordiazepoxide adalah obat penenang yang berguna untuk mengurangi kecemasan. Sementara itu, Clidinium merupakan obat yang dapat melemaskan otot saluran pencernaan berfungsi mengurangi asam lambung dan kram usus.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kategori: Antispasmodik
  • Kandungan: chlordiazepoxide 5 mg dan clidinium 2.5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan : Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: PT. Interbat

Kegunaan

Cliad mengandung chlordiazepoxide dan clidinium merupakan kombinasi obat yang digunakan untuk mengobati keluhan sakit maag dan kram perut akibat gangguan saluran pencernaan

Dosis & Cara Penggunaan

Cliad merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter.

  • Sindrom iritasi usus
    • Dewasa: Setiap kapsul mengandung chlordiazepoxide 5 mg dan clidinium 2,5 mg: 1-2 kapsul 3-4 kali sehari, sebelum makan dan sebelum tidur.
    • Lansia: Dosis efektif minimal.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cliad, antara lain:
- Mulut kering.
- Sembelit.
- Sakit kepala..
- Kantuk.
- Mual.
- Ruam kulit, dan anemia.

Kontraindikasi:
- Hipersensitivitas.
- Kehamilan dan menyusui.
- Glaukoma.
- Perdarahan akut, kondisi pernapasan akut.

Interaksi Obat:
Terdapat interaksi obat saat penggunaan Cliad yaitu penggunaan Cliad bersama Simetidin dapat meningkatkan waktu paruh obat.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cliad ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).