Clobazam

Clobazam

Obat

Pengertian

Clobazam merupakan obat yang diproduksi oleh PT. Dexa Medica. Clobazam merupakan golongan antikonvulsan yang digunakan untuk mengatasi epilepsi dan kejang. Penggunaan Clobazam biasanya dikombinasi dengan obat lain untuk penderita epilepsi. Clobazam dapat mengontrol kejang dengan menyeimbangkan aliran listrik yang ada di dalam otak. Clobazam juga dapat digunakan untuk melemaskan otot. Clobazam bekerja dengan cara berikatan dengan dengan benzodiazepin sehingga meningkatkan permeabilitas membran neuron pada ion Cl dan menghasilkan hiperpolarisasi dan stabil.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kategori: Antikonvulsan
  • Kandungan: Clobazam 10 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan : Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: PT. Dexa Medica

Kegunaan

Clobazam merupakan golongan antikonvulsan yang digunakan untuk mengatasi epilepsi dan kejang.

Dosis & Cara Penggunaan

Clobazam merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan Obat Keras, sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. 

1. Anak-anak >6 tahunm, Dosis: 5 mg, satu kali sehari. Dosis pemeliharaan adalah 0.3-1 mg per hari. Dosis maksimal 60 mg per hari
2. Dewasa, Dosis: 20-30 mg per hari, satu kali sehari, sebagai dosis awal. Kenaikan dosis disesuaikan dengan kondisi pasien. Dosis maksimal 60 mg per hari.
3. Lansia, Dosis: Dimulai dari dosis rendah, yaitu 5 mg, satu kali sehari. Peningkatan dosis dilakukan bertahap disertai pengawasan.

Efek Samping

Efek Samping yan dapat timbul dari penggunaan obat clobazam yaitu :
1. Mengantuk.
2. Demam.
3. Infeksi saluran pernapasan bagian atas.
4. Batuk
5. Gelisah.
6. Muntah
7. Insomnia.
8. Gangguan keseimbangan.
9. Konstipasi.
10. Kelelahan

Kontraindikasi:
- Riwayat ketergantungan obat atau alkohol, insufisiensi pernapasan berat, miastenia gravis, sindrom apnea tidur.
- Penggunaan bersamaan dengan analgesik opioid.
- Gangguan hati berat.
- Kehamilan (trimester 1) dan menyusui.

Interaksi Obat:
Terdapat interaksi obat saat penggunaan Clobazam yaitu penggunaan bersama antipsikotik dapat meningkatkan efek depresan SSP.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Clobazam ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter