Clonaderm

Clonaderm

Obat

Pengertian

Clonaderm mengandung Clobetasol yang berfungsi untuk mengatasi berbagai penyakit kulit misalnya eksim (peradangan kulit), dermatitis (peradangan kulit seperti kemerahan), alergi, dan ruam kulit. Dalam penggunaan Clonaderm harus sesuai dengan petunjuk Dokter.

Keterangan

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid Topikal.
  • Kandungan: Clobetasol propionate 0.05%.
  • Bentuk: Krim.
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Tube @ 5 gram.
  • Farmasi: PT. Ifars.

Kegunaan

Clonaderm digunakan untuk mengobati eksim, dermatitis, alergi, dan ruam kulit.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Clonaderm harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan Clonaderm Krim:

  • Oleskan tipis-tipis pada bagian yang sakit 1-2 kali sehari. Lama terapi maksimal 2 minggu. Dosis maksimal: 50 gram/minggu.

Efek Samping

Efek samping penggunaan Clonaderm yaitu reaksi hipersensitivitas (reaksi berlebihan karena terlalu sensitifnya respon imun), hipopigmentasi (warna kulit lebih terang yang tidak normal).

Kontraindikasi
- Rosacea (Benjolan kemerahan).
- Acne vulgaris (Jerawat) dan dermatitis perioral (Peradangan Kulit).
- Lesi kulit yang terinfeksi primer.
- Dermatosis (penyakit yang menyerang organ kulit) pada anak.

Interaksi Obat
- Dapat mengurangi efek antineoplastik aldesleukin.
- Dapat mempotensiasi efek hiperglikemik dari ceritinib.
- Dapat mengurangi efek terapi corticorelin dan hyaluronidase.
- Dapat meningkatkan efek merugikan / toksik dari deferasinox.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Clonaderm ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter