Clonex

Clonex

Obat

Pengertian

Clonex digunakan untuk Fibrinolisis lokal (pecahnya salah satu agen pembeku darah), edema angioneurotik herediter (pembengkakan yang mirip urtikaria yang terjadi pada area kulit, larink (kotak suara), dan area lainnya), perdarahan abnormal pasca operasi, perdarahan sesudah operasi gigi pada penderita hemofilia (pembekuan darah).

Keterangan

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Hemostatik.
  • Kandungan: Tranexamic acid 500 mg.
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: PT. Corsa.

Kegunaan

Clonex digunakan untuk Fibrinolisis lokal, edema angioneurotik herediter, perdarahan abnormal pasca operasi, perdarahan sesudah operasi gigi pada penderita hemofilia.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Clonex harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan Clonex secara umum adalah:

  • Fibrinolisis lokal: 2 - 3 x sehari 1-1,5 gram.
  • Edema angioneurotik herediter: 2 - 3 x sehari 1-1,5 gram.
  • Perdarahan abnormal sesudah operasi: 3 - 4 x sehari gram 1 gram, mulai hari ke-4 pasca operasi sampai hematuria tidak secara makroskopis.
  • Mencegah perdarahan ulang: 3 - 4 x sehari 1 gram, selama 7 hari.
  • Pendarahan sesudah operasi gigi pada penderita hemofilia: 3 - 4 x sehari 25 mg/kg berat badan secara oral selama 6-8 hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Clonex, antara lain:

  • Diare.
  • Mual dan muntah-muntah.
  • Sakit kepala (pemberian secara oral).
  • Eksantema (Ruam yang menyebar luas).
  • Anoreksia (Gangguan makan yang menyebabkan seseorang terobsesi dengan berat badan dan apa yang dimakannya).

Kontraindikasi

  • Hipersensitif (Reaksi berlebihan karena sistem imun),
  • Penyakit tromboemboli aktif (misalnya Emboli paru, DVT)
  • Riwayat trombosis vena atau arteri (termasuk vena retina atau oklusi arteri)
  • Kondisi fibrinolitik (Pecahnya salah satu agen pembeku darah) setelah koagulopati konsumsi
  • Riwayat kejang
  • Penggunaan bersamaan dengan kontrasepsi hormonal
  • Gangguan ginjal berat.

Interaksi Obat
Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Clonex, diantaranya:
• Obat antikoagulan seperti warfarin dan heparin.
• Obat pencegah pendarahan seperti faktor IX komplek, anti-inhibitor koagulan konsentrat.
• Tretinoin.
• Estrogen.
• Hormon penghambat kehamilan.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Clonex ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter