Pengertian

Clotix merupakan obat yang mengandung Clopidogrel yang digunakan untuk mengurangi kekentalan darah dan membantu mencegah terjadinya pembekuan darah di pembuluh arteri. Penggunaan Clotix bertujuan mengurangi risiko terkena serangan jantung atau stroke. Biasanya diberikan kepada orang berisiko tinggi dan yang baru terkena serangan jantung atau stroke.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kategori: Antikoagulan, Antiplatelet, dan Fibrinolitik.
  • Kandungan: Clopidogrel 75 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @6 Tablet.
  • Farmasi: Dexa Medica PT.

Kegunaan

Clotix digunakan sebagai obat pengencer darah.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis penggunaan Clotix harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individunya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Aturan minum yang biasa dianjurkan adalah diminum 1 kali sehari 1 tablet. Clotix dapat diminum kapan saja, bisa sebelum, saat ataupun setelah makan.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Clotix antara lain :
1. Hematoma (kumpulan darah tidak normal di luar pembuluh darah)
2. Epistaksis (mimisan)
3. Diare, nyeri perut
4. Memar, perdarahan di situs tusukan.
5. Jarang terjadi sindrom Stevens-Johnson.
Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan Clotix dan konsultasikan ke Dokter.

Kontraindikasi:
Ulkus peptikum (kerusakan pada lapisan mukosa lambung).

Interaksi Obat:
1. Meningkatkan risiko perdarahan dengan antikoagulan, antiplatelet lainnya, serotonin norepinephrine reuptake inhibitor.
2. Esomeprazole, omeprazole dapat mengurangi efek antiplatelet dengan inhibitor CYP2C19 termasuk Proton Pump Inhibitor.

Keamanan Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Clotix ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).