Pengertian

Clovertil merupakan salah satu nama dagang dari obat Klomifen sitrat yang berkhasiat untuk mengatasi masalah ketidaksuburan atau kemandulan pada pria dan wanita. Clovertil merangsang perkembangan folikel sehingga terjadi proses ovulasi pada hari ke-13-15 setelah haid dan menstruasi akan terjadi dua minggu kemudian. Selain itu, bila digunakan untuk induksi kehamilan, maka sel telur akan dibuahi oleh sperma sehingga terjadilah proses kehamilan.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kategori: Tropikal Hormon dan Obat Sintetik Hormon.
  • Kandungan: Clomiphene citrate 50 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Meprofarm PT.

Kegunaan

Clovertil digunakan untuk mengatasi masalah ketidaksuburan wanita akibat gangguan pembuahan. Kemandulan pria akibat oligospermia (kuantitas sperma dalam air mani sangat rendah, sehingga sperma tampak encer).

Dosis & Cara Penggunaan

Clovertil tergolong dalam obat keras yang hanya dapat dibeli dengan resep dari Dokter dan digunakan sesuai dengan anjuran dari Dokter. Sebaiknya konsultasikan terlebih dulu kepada Dokter Anda, agar Dokter dapat meresepkan sesuai dengan keluhan yang Anda alami.

Aturan penggunaan Clovertil secara umum adalah:

  • Kemandulan anovulasi pada wanita 1 tablet sehari selama 5 hari dimulai pada hari ke 5 siklus menstruasi atau kapan saja di amenore.
  • Ovulasi biasanya terjadi dalam 6-10 hari setelah dosis terakhir. Jika tidak ada ovulasi, minum 100 mg setiap hari selama 5 hari, dimulai minimal 30 hari setelah perawatan pertama.
  • Oligospermia 1 tablet setiap hari selama 40-90 hari. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Efek Samping

Efek samping yang ditimbulkan dari pengunaan Clovertil:
- Mual, muntah.
- Pusing, Sakit kepala.
- Nyeri payudara.
- Masalah penglihatan.
- Kegelisahan.
- Insomnia (sulit tidur).
- Kelelahan.
- Depresi.
- Rambut rontok.

Kontraindikasi:
1. Hipersensitif (alergi).
2. Ovarium (pendaraham uterus).
3. Karsinoma endometrium.
4. Gangguan metabolisme bilirubin.
5. Disfungsi adrenal atau tiroid.
6. Tumor hipofisis).
7. Wanita hamil.
8. Kista ovarium.

Interaksi Obat:
- Ospemifene dapat meningkatan efek samping.

Keamanan Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Clovertil ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).