Pengertian

Clovika Kaplet merupakan salah satu nama dagang dari obat Asiklovir atau biasa disebut Asikloguanosin adalah salah satu obat antivirus yang digunakan secara luas untuk mengobati infeksi virus seperti Varisela zoster dan Herpes simpleks. Varisela zoster adalah virus yang menyebabkan munculnya cacar api. Sedangkan virus herpes simpleks menyebabkan terjadinya penyakit cacar di alat kelamin dan luka melepuh di sekitar bibir. Mekanisme kerja obat ini adalah dengan menghambat enzim DNA polimerase virus. Clovika Kaplet tidak bisa menghilangkan virus sepenuhnya dari tubuh, namun berfungsi untuk mencegah penyebaran dan perkembangan infeksi virus. Selain itu, obat ini juga berguna untuk mencegah terjadinya infeksi akibat virus.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kategori: Antivirus.
  • Kandungan: Acyclovir 400 mg.
  • Bentuk: Kaplet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan:1 Strip @5 Kaplet.
  • Farmasi: Ikapharmindo PT.

Kegunaan

Clovika 400 mg Kaplet digunakan untuk mengobati infeksi virus seperti Varisela zoster dan Herpes simpleks. Varisela zoster adalah virus yang menyebabkan munculnya cacar api. Sedangkan virus herpes simpleks menyebabkan terjadinya penyakit cacar di alat kelamin dan luka melepuh di sekitar bibir.

Dosis & Cara Penggunaan

Clovika Kaplet tergolong dalam obat keras yang hanya dapat dibeli dengan resep dari Dokter dan digunakan sesuai dengan anjuran dari Dokter. Sebaiknya konsultasikan terlebih dulu kepada Dokter Anda, agar Dokter dapat meresepkan sesuai dengan keluhan atau sakit yang Anda alami.

Aturan pakai dari pengonsumsian Clovika Kaplet:
- Infeksi herpes simplek : Pada pengobatan dewasa dan anak usia lebih dari 2 tahun : 1 tablet diberikan 5 kali sehari selama 5 hari. Pada pengobatan anak kurang dari 2 tahun : ½ dosis dewasa.
- Penekanan herpes simpleks rekuren
Dewasa : 800 mg setiap hari dalam 2-4 dosis terbagi, dapat mengurangi sampai 400-600 mg setiap hari. Pengobatan terganggu setiap 6-12 bulan untuk menilai ulang kondisi. Pengobatan episodik untuk kekambuhan ringan atau jarang: 200 mg 5 kali sehari selama 5 hari, sebaiknya dimulai selama periode prodromal.
- Infeksi herpes simpleks primer
Dewasa: 200 mg 5 kali sehari, biasanya 4 jam sambil bangun selama 5-10 hari. Pasien dengan immunocompromised sangat hati-hati: 400 mg 5 kali sehari selama 5 hari.
- Anak: usia kurang dari 2 tahun : Setengah dosis dewasa biasa; usia lebih dari sama dengan 2 tahun: sama seperti dosis dewasa.
- Profilaksis herpes simpleks pada pasien immunocompromised
Dewasa: 200-400 mg 4 kali sehari.
Anak: usia kurang dari 2 tahun : Setengah dosis dewasa biasa; lebih dari sama dengan 2 tahun Sama seperti dosis dewasa.
Herpes zoster (herpes zoster)
Dewasa: 800 mg 5 kali sehari selama 7-10 hari.
-Varicella zoster
Dewasa: 800 mg 4 atau 5 kali sehari selama 5-7 hari.
Anak: usia lebih dari 2 tahun 20 mg / kg (maksimal 800 mg), 4 kali sehari selama 5 hari.

Clovika Kaplet dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Sebaiknya dikonsumsi bersama makanan untuk menghindari ketidaknyamanan lambung.

Efek Samping

Semua obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Adapun efek samping yang ditimbulkan dari pengonsumsian Clovika Kaplet :
1. Ruam, gatal, menyengat, rasa terbakar.
2. Mual, muntah, diare.
3. Demam, skait kepala, pusing.
4. Tremor (gemetar), kejang, halusinasi, bingung.
5. Rambut rontok.
6. Mengantuk.
7. Radang.
Bila efek samping menetap, bahkan memburuk segera hentikan pengonsumsian dan konsultasikan ke Dokter.

Kontraindikasi:
Hipersensitifitas (alergi) terhadap Acyclovir dan valacyclovir.

Interaksi Obat:
1. Probenesid, Simetidin dan Mikopenolat mofetil dapat meningkatkan konsentrasi plasma Asiklovir.
2. Siklosporin, Takrolimus dapat meningkatkan efek nefrotoksik dengan obat yang mempengaruhi fisiologi ginjal.

Keamanan Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Clovika Kaplet ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).”

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Clovika Kaplet selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.