Pengertian

Clozer merupakan obat yang mengandung Clozapine. Clozpine berfungsi untuk mengobati gangguan mental atau mood tertentu (schizophernia, schizoaffective). Clozapine merupakan obat psikiatrik (anti psikotik) yang bekerja menyeimbangkan zat alami tertentu dalam otak (neurotransmitter).

Keterangan

  • Clozer 25 mg
  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antipsikotik
  • Kandungan: Clozapine 25 mg
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet .
  • Farmasi: PT Dexa Medica
  • Clozer 100 mg
  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antipsikotik
  • Kandungan: Clozapine 100 mg
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet .
  • Farmasi: PT Dexa Medica

Kegunaan

Clozer digunakan untuk mengurangi halusinasi dan membantu mencegah bunuh diri pada orang-orang yang mencoba menyakiti diri mereka sendiri, membantu berpikir lebih jelas dan positif, mengurangi rasa gugup, dan membantu kehidupan.

Dosis & Cara Penggunaan

Clozer merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Clozer juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Hari ke-1 : 12.5 mg, 1-2 kali sehari.
Hari ke-2 : 25 mg, 1-2 kali sehari

Dosis dapat ditingkatkan sesuai dengan anjuran Dokter, dosis maksimal 300 mg/hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Clozer adalah:
-Pusing
-Mual dan muntah
-Mudah berkeringan
-Berat badan bertambah namun nafsu makan berkurang
-Sulit buang air
-Perubahan pada hasil tes darah dan EKG.

Kontraindikasi
-Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap clozapine.
-Pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung, hati, kerusakan ginjal, kelainan sumsum tulang, koma atau depresi ssp berat, epilepsi
-Wanita hamil dan menyusui

Interaksi Obat
Clozapine dapat berinteraksi dengan obat-obat dibawah ini:
-Amifampridine
-Dronedarone
-Droperidol
-Ketoconazole
-Mesoridazine
-Ziprasidone
-Thioridazine
-Saquinavir
-Nelfinavir
-Pimozide
-Piperaquine
-Posaconazole
-Sparfloxacin
-Terfenadine
-Fluconazole
-Cisapride
-Metoclopramide

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Clozer ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).