Pengertian

Co-Aprovel yang mengandung Irbesartan dan Hydrochlortiazide sebagai zat aktifnya. Irbesartan digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi) dan untuk membantu melindungi ginjal dari kerusakan akibat diabetes. Menurunkan tekanan darah tinggi membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal. Co-Aprovel bekerja dengan merelaksasi pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah. Sedangkan Hydrochlortizide adalah "pil air" (diuretik) yang menyebabkan lebih banyak urin. Hydrochlortizide membantu tubuh menyingkirkan garam ekstra dan air. Hydrochlortizide juga mengurangi cairan ekstra dalam tubuh (edema) yang disebabkan oleh kondisi seperti gagal jantung, penyakit hati, atau penyakit ginjal. Hal ini dapat mengurangi gejala seperti sesak napas atau bengkak di pergelangan kaki atau kaki.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan:
    Irbesartan 300 mg dan hydrochlortiazide 12.5 mg; Irbesartan 150 mg dan hydrochlortiazide 12.5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Aventis Indonesia Pharma.

Kegunaan

Co-Aprovel digunakan sebagai obat untuk pengobatan Hipertensi.

Dosis & Cara Penggunaan

Co-Aprovel termasuk kedalam golongan obat keras yang pembeliannya wajib menggunakan resep Dokter. Dosis pengggunaan Co-Aprovel juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu karena dosis penggunaannya berbeda-beda tergantung berat ringannya penyakit yang diderita.

Dosis penggunaan Co-Aprovel pada umumnya diminum 1 tablet sekali sehari.

Co-Aprovel dapat diminum sebelum maupun sesudah makan.

Efek Samping

Efek samping ini juga bisa jadi malah tidak dirasakan oleh pasien, berikut beberapa urutan efek samping mengkonsumsi obat Co-Aprovel :

  • Hipo atau hiperkalemia (kadar kalium elektrolit dalam darah yang rendah atau tinggi)
  • Hiponatremia (kondisi yang terjadi ketika kadar natrium dalam darah terlalu rendah)
  • Hipomagnesimia (kondisi di mana kadar magnesium dalam tubuh rendah)
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Miopia (suatu kondisi saat benda yang dekat tampak jelas, tetapi yang jauh tidak),
  • Glaukoma sudut tertutup akut (penyakit serius yang membuat tekanan di dalam mata Anda (disebut juga tekanan intraokular) mendadak naik, bahkan dalam hitungan jam)
  • Mengalami gangguan pencernaan
  • Disfungsi seksual (masalah terkait respons dan keinginan seksual, orgasme, atau rasa nyeri yang terjadi terus menerus dan berulang)
  • Mual dan muntah
  • Asam urat (penyakit yang menyerang sendi), kerusakan fungsi ginjal, fotosensitivitas (efek samping yang umum terjadi dari banyak obat, meliputi agen-agen antimikroba, obat-obat anti-inflamasi non-steroid).
  • Sakit kepala,
  • Nyeri dada,
  • Edema (bengkak),
  • Takikardia (detak jantung cepat),
  • Diare,
  • Dispepsia (keluhan nyeri lambung atau sakit maag),
  • Dysgeusia (perubahan atau gangguan indera perasa).

Kontraindikasi:
Tidak boleh diberikan pada pasien:

  • Hipersensitivitas pada obat yang diturunkan dari irbesartan, hidroklorotiazid, atau sulfonamid,
  • Hiperkalsemia (Kadar kalium elektrolit dalam darah yang tinggi); sirosis bilier (Penyakit autoimun yang menyebabkan kerusakan progresif pada saluran empedu) dan kolestatis (Kondisi ketika aliran empedu dari hati berhenti atau melambat)
  • Gangguan hati dan ginjal berat
  • Hamil.

Interaksi Obat:

  • Antihipertensi lainnya, lithium, diuretik K-hemat, suplemen K yang mengandung depresan K
  • CNS, antidiabetes, resin kolestiramin dan kolestipol, kortikosteroid, ACTH, digitalis glikosida, antiaritmia, NSAID, tubokurinin, obat antigout, garam Ca.
  • Alkohol
  • Β-blocker, diazoksida, atropin, beperiden, amantadine, siklofosfamid, metotreksat.

Keamanan Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Co-Aprovel ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).