Pengertian

Cohistan Expectorant mengandung Glyceryl guaiacolate dan chlorpheniramine maleate yang merupakan obat untuk membantu mencairkan sekret (dahak) yang kental untuk mempermudah pengeluarannya. Cohistan Expectorant digunakan untuk membantu meredakan batuk berdahak. Cohistan Expectorant juga dapat digunakan untuk batuk karena alergi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kategori:Obat Batuk
  • Kandungan: Glyceryl guaiacolate, chlorpheniramine maleate
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan : Dus, Botol @ 60 mL ; Dus, Botol @ 100 mL 
  • Farmasi: Darya Varia.

Kegunaan

Cohistan Expectorant merupakan obat yang digunakan untuk membantu mengencerkan dahak, batuk berdahak dan batuk karena alergi.

Dosis & Cara Penggunaan

Aturan penggunaan Cohistan Expectorant:

  • Dewasa: Diberikan 3-4 kali sehari 1 sendok makan.
  • Anak 7-12 tahun: Diberikan 3-4 kali sehari 1/2 sendok makan.
  • Anak 2-6 tahun: Diberikan 3-4 kali sehari 1 sendok teh.

Berikan sesudah makan.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin dapat terjadi:

  • Signifikan: Depresi SSP.
  • Gangguan jantung: Palpitasi (detak jantung yang keras dan cepat), takikardia (kondisi denyut jantung cepat berkisar lebih dari 100/menit).
  • Gangguan mata: Penglihatan kabur, diplopia (penglihatan ganda).
  • Gangguan pencernaan: Mual, mulut kering, sakit perut, diare.
  • Gangguan umum dan kondisi tempat administrasi: Kelelahan.
  • Gangguan metabolisme dan nutrisi: Anoreksia (berkurangnya nafsu makan).
  • Gangguan muskuloskeletal dan jaringan ikat: Arthralgia (nyeri sendi).
  • Gangguan sistem saraf: Sedasi (efek tenang), gangguan perhatian, koordinasi abnormal, pusing, sakit kepala, rangsangan.
  • Gangguan kejiwaan: Somnolence (kesadaran menurun).
  • Gangguan ginjal dan urin: Retensi urin, poliuria (produksi urin berlebih).
  • Gangguan pernapasan, toraks, dan mediastinum: Faringitis (peradangan pada faring).

Kontraindikasi:
Pasien asma, ulkus peptikum, dan penyempitan kandung kemih.

Interaksi Obat:
Dapat meningkatkan efek sedatif hipnotik, ansiolitik, sedatif, analgesik opioid, dan neuroleptik. Dapat menghambat metabolisme fenitoin yang dapat menyebabkan toksisitas fenitoin.
Berpotensi Fatal: Peningkatan efek antikolinergik dengan MAOI.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Cohistan ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.