Pengertian

Coirvebal merupakan obat berbentuk tablet yang diberikan pada pasien penderita darah tinggi (hipertensi) esensial (tidak diketahui penyebabnya), mengalami gagal jantung, retensi cairan, juga gagal hati dan gagal ginjal. Obat ini termasuk pada kategori obat keras, karena hanya diberikan pada pasien berdasarkan resep Dokter. Obat Co-Irvebal ini diproduksi oleh PT. Sanofi Aventis.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antagonis Angiotensin II.
  • Kandungan: Irbesartan 150 mg, hydrochlorothiazide 12.5 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: 1 Strip @ 14 Tablet .
  • Farmasi: PT Saofi-Winthrop.

Kegunaan

Coirvebal digunakan untuk pengobatan hipertensi esensial (tidak diketahui penyebabnya) pada pasien yang tekanan darahnya tidak dapat dikendalikan secara terkontrol dengan irbesartan atau hydrochlorothiazide saja.

Dosis & Cara Penggunaan

Coirverbal merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan coirverbal juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dosis Umum : 1 tablet sehari sekali

Efek Samping

Efek Samping:
- Hipo atau hiperkalemia (kadar kalium elektrolit dalam darah yang rendah atau tinggi)
- Hiponatremia (kondisi yang terjadi ketika kadar natrium dalam darah terlalu rendah)
- Hipomagnesimia (kondisi di mana kadar magnesium dalam tubuh rendah)
- Hipotensi (tekanan darah rendah)
- Miopia (suatu kondisi saat benda yang dekat tampak jelas, tetapi yang jauh tidak),
- Glaukoma sudut tertutup akut (penyakit serius yang membuat tekanan di dalam mata Anda (disebut juga tekanan intraokular) mendadak naik, bahkan dalam hitungan jam)
- Mengalami gangguan pencernaan
- Disfungsi seksual (masalah terkait respons dan keinginan seksual, orgasme, atau rasa nyeri yang terjadi terus menerus dan berulang)
- Mual dan muntah
- Takikardia (detak jantung cepat),
- Penurunan TD.
- Diare
- Dispepsia (keluhan nyeri lambung atau sakit maag)
- Edema (bengkak karena penumpukan cairan pada bagia tubuh tertentu).
- Asam urat (penyakit yang menyerang sendi), kerusakan fungsi ginjal, fotosensitivitas (efek samping yang umum terjadi dari banyak obat, meliputi agen-agen antimikroba, obat-obat anti-inflamasi non-steroid).
- Sakit kepala, nyeri dada

Kontraindikasi
-Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari coirvebal
-Pasien yang memiliki riwayat penyakit hiperkalsemia (Kadar kalium elektrolit dalam darah yang tinggi), sirosis bilier (Penyakit autoimun yang menyebabkan kerusakan progresif pada saluran empedu) dan kolestatis (Kondisi ketika aliran empedu dari hati berhenti atau melambat), dan penurunan fungsi hati dan ginjal berat
- Wanita hamil.

Interaksi Obat
Coirvebal dapat berinteraksi dengan obat-obat golongan lain, seperti :
- Aspirin
- Alkohol
- Colestipol
- Digitalis Glycosides
- Ibuprofen
- Cholestyramine
- Lithium yang mengandung obat-obatan
- Naproxen

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Coirvebal ke dalam Kategori D:

Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).