Colfin

Colfin

Obat

Pengertian

Colfin merupakan obat yang mengandung paracetamol, dextromethorphan HBr, chlorpheniramine maleate, phenylpropanolamine HCl, glyceryl guaiacolate dan ammonium Cl. Colfin merupakan obat yang digunakan untuk membantu meringankan gejala flu, seperti: demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin dan batuk. Flu atau Influenza adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan (sistem yang terdiri dari hidung, tenggorokan dan paru-paru).

Keterangan

  1. Colfin Kaplet
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
    • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Pilek.
    • Kandungan: Paracetamol 120 mg, Dextromethorphan HBr 5 mg, Chlorpheniramine maleate 0.5 mg, Phenylpropanolamine HCl 3.5 mg, Glyceryl guaiacolate 25 mg, Ammonium Cl 25 mg.
    • Bentuk: Kaplet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: 1 Strip @ 10 Kaplet.
    • Farmasi: PT Nufarindo.
  2. Colfin Sirup
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
    • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Pilek.
    • Kandungan: Paracetamol 120 mg, Dextromethorphan HBr 5 mg, Chlorpheniramine maleate 0.5 mg, Phenylpropanolamine HCl 3.5 mg, Glyceryl guaiacolate 25 mg, Ammonium Cl 25 mg.
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol 60 ml.
    • Farmasi: PT Nufarindo.

Kegunaan

Colfin digunakan untuk membantu meringankan gejala flu (demam, hidung tersumbat dan bersin-bersin) dan batuk.

Dosis & Cara Penggunaan

  1. Dosis yang diberikan dalam mengonsumsi Colfin Kaplet adalah:
    • Dewasa: di minum 3 x sehari 1 Kaplet.
    • Anak usia 6-12 tahun: di minum 3 x sehari ½ Kaplet.
  2. Dosis yang diberikan dalam mengonsumsi Colfin Sirup 60 mL adalah:
    • Dewasa: di berikan 4 sendok takar (20 mL)
    • Anak 6-12 tahun: di berikan 2 sendok takar (10 mL).
    • Di minum 3 kali sehari.

Efek Samping

  • Mengantuk
  • Gangguan saluran pencernaan
  • Gangguan psikomotor
  • Takikardi (detak jantung diatas normal)
  • Aritmia (gangguan irama jantung)
  • Mulut kering
  • Retensi urin
  • Gangguan hati

Kontraindikasi

  • Hipersensitif terhadap kandungan obat.
  • Pasien yang memiliki kepekaan terhadap obat simpatomimetik lain seperti efedrin, pseudoefedrin, fenilefrin.
  • Pasien penderita hipertensi parah, penyakit jantng, diabetes mellitus, dan gangguan fungsi hati yang parah.
  • Pasien yang sedang menggunakan obat-obat golongan monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena bisa meningkatkan tekanan darah.

Interaksi Obat

  • Metoclopramide: meningkatkan efek analgetic paracetamol.
  • Carbamazepine, fenobarbital dan fenitoin: meningkatkan potensi kerusakan hati.
  • Kolestiramin dan lixisenatide: mengurangi efek farmakologis paracetamol.
  • Antikoagulan warfarin: paracetamol meningkatkan efek koagulansi obat ini sehingga meningkatkan potensi resiko terjadinya perdarahan.
  • Penggunaan bersamaan dextromethorphan dengan obat-obat jenis monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena MAO inhibitors memperpanjang efek obat ini.
  • Dextromethorphan bisa mempotensiasi obat golongan depresan sistem saraf lain.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Colfin ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter