Pengertian

Colistine mengandung Polimiksin B sulfat yang merupakan obat untuk membantu pengobatan gastroenteritis (infeksi yang terjadi pada usus atau perut), enterokolitis (infeksi dan pembengkakan pada perut sering ditemui pada bayi yang terlahir prematur). Colistine juga digunakan untuk membantu mengobati disentri basiler (penyakit saluran cerna dimana tinja mengandung darah tanpa lendir) yang disebabkan oleh bakteri Gram negatif.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Polimiksin B sulfat 250.000 IU; Polimiksin B sulfat 1.500.000 IU
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Kemasan : Box, Botol Plastik @ 50 tablet
  • Farmasi: Actavis Indonesia.

Kegunaan

Colistine merupakan obat untuk membantu mengobati Infeksi yang terjadi pada saluran cerna, juga membantu mengobati disentri basiler (peradangan usus yang bisa menyebabkan diare disertai darah atau lendir).

Dosis & Cara Penggunaan

Colistine termasuk golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep Dokter.

Aturan penggunaan Colistine:
Dewasa: 5-3 juta unit, 3 kali sehari.
Anak: 75-1.5 juta unit, 3 kali sehari.

Efek Samping

Beberapa efek samping yang biasanya terjadi adalah:
1. Batuk
2. Sariawan
3. Sakit tenggorokan
4. Perubahan suara
5. Mual
6. Sakit perut.

Kontraindikasi:
Hindari Penggunaan bersamaan dengan obat nefrotoksik (racun bagi ginjal) dan neurotoksik (zat beracun pada jaringan saraf) dan penghambat neuromuskuler (tempat dalam tubuh tempat akson dari saraf motorik bertemu dengan otot dalam upaya transmisi sinyal dari otak yang memerintahkan otot untuk berkontraksi atau relaksasi).

Interaksi Obat:
Penggunaan colistin dengan antibiotik aminoglikosida, amphotericin B, atau vancomycin dapat menimbulkan gangguan ginjal.

Kategori Kehamilan:
Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.