Pengertian

Comsporin merupakan obat yang mengandung Cefixime. Obat ini termasuk golongan antibiotik untuk membantu mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Comsporin bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri. Infeksi yang dapat diatasi oleh obat ini antara lain pneumonia (radang paru-paru), sinusitis ( inflamasi atau peradangan pada dinding sinus) dan otitis (infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah). Selain itu, obat ini juga dapat digunakan sebagai antibiotik untuk melawan demam tifoid. Comsporin hanya digunakan untuk infeksi bakteri, sehingga penggunaan nya pada infeksi virus (seperti flu dan batuk) dan jamur tidak akan berhasil. Penyalahgunaan Comsporin yang tidak tepat dosis dan tujuan dapat menyebabkan resistensi (kebal) terhadap bakteri dan penurunan efektifitas kerja obat ini.

Keterangan

  1. Comsporin Sirup
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Cefixime 100 mg/ 5 mL
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol 30 mL
    • Farmasi: Combiphar.
  2. Comsporin Kapsul
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Sefalosporin
    • Kandungan: Cefixime 100 mg
    • Bentuk: Kapsul
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @10 Kapsul
    • Farmasi: Combiphar.

Kegunaan

Comsporin digunakan untuk mengobati pneumonia (radang paru-paru), sinusitis (inflamasi atau peradangan pada dinding sinus) dan otitis (infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah).

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Comsporin harus berdasarkan resep Dokter. Aturan penggunaan Comsporin sebagai berikut:

  • Pada dewasa diminum 200-400 mg sebagai dosis tunggal atau terbagi dalam 2 dosis terbagi
  • Pada anak-anak diatas 6 bulan (kurang dari 50 kg) diminum 8 mg/kg berat badan sebagai dosis tunggal atau terbagi dalam 2 dosis terbagi

Atau sesuai petunjuk Dokter.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Comsporin, antara lain:

  • Urtikaria/ biduran
  • Reaksi hipersensitivitas (alergi)
  • Sindrom Stevens-Johnson (kelainan genetik).
  • Sedikit peningkatan aspartate transaminase (AST), alanine transaminase (ALT), alkaline phosphatase, urea darah atau kreatinin serum.
  • Hepatitis sementara, penyakit kuning kolestatik.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Comsporin pada pasien hipersensitif (alergi) terhadap golongan sefalosporin.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Comsporin:

  • Dapat meningkatkan kadar serum denganprobenesid.
  • Warfarin dapat meningkatkan efek antikoagulan antagonis vitamin K.
  • Dapat meningkatkan nefrotoksisitas aminoglikosida.
  • Dapat mengurangi efek terapi BCG, vaksin tifoid, Na picosulfate.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Comsporin ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).