Pengertian

Constipen merupakan obat yang mengandung lactulose. Lactlose merupakan obat yang dapat menormalkan fungsi fisiologis usus seperti menangani konstipasi atau kesulitan untuk buang air besar. Lactulose bekerja dengan cara mengalirkan cairan ke usus sehingga membuat tinja menajadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas.
  • Kelas Terapi: Laksatif, Pencahar.
  • Kandungan: Laktulosa 66.7 % w/v
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol @ 120 mL.
  • Farmasi: Pharma Health care

Kegunaan

Constipen diindikasikan untuk perawatan sembelit kronis atau kebiasaan, fungsi otak abnormal akibat gagal hati dan kondisi lainnya.

Dosis & Cara Penggunaan

Aturan penggunaan Constipen Sirup:

Konstipasi Dewasa:
- Kasus berat Dosis awal: 15 mL 2x/ hari.
Dosis pemeliharaan: 15-25 mL / hari.

- Kasus sedang Dosis awal: 15-30 mL/hari.
Dosis pemeliharaan: 10-15 mL/hari.

- Kasus ringan Dosis awal: 15 mL/hari.
Dosis perawatan: 10 mL/hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Constipen, antara lain:
- Flatulensi (keluarnya gas dari dalam anus).
- Kram dan rasa tidak nyaman pada perut.
- Muntah, mual.
- Mulut kering.
- Diare apabila dosis melebihi batas.

Kontraindikasi
-Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap laktulosa
-Pasien yang memiliki riwayat penyakit galaktosemia dan obstruksi usus

Interaksi Obat
- Mengurangi efektivitas laktulosa, apabila digunakan dengan obat maag yang mengandung alumunium dan magnesium hidroksida, serta antibiotik neomycin.
- Mengubah kadar laktulosa, jika digunakan dengan obat-obatan pencahar lainnya (misalnya gliserol).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Constipen ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.