Pengertian

Contral merupakan obat yang mengandung omeprazole 20 mg. Omeprazole merupakan obat yang dapat mengatasi masalah penyakit yang disebabkan oleh asam lambung seperti asalah perut dan kerongkongan. Omeprazole bekerja dengan cara menurunkan kadar asam yang diproduksi oleh asam lambung

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antasida
  • Kandungan: Omeprazole 20 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Kapsul
  • Farmasi: Corsa Industries

Kegunaan

Untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh asam lambung seperti masalah perut dan kerongkongan.

Dosis & Cara Penggunaan

Contral merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan contral juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dewasa : 20 mg sehari sekali dikonsumsi selama 8 minggu

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi contral adalah
-Nyeri sendi dan otot
-Depresi, halusinasi dan Insomnia
-Ruam pada kulit
-Urtikaria (kulit melepuh)
-Batuk, Pusing, Demam
-Mengantuk dan Kelelahan

Kontraindikasi
-Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap omeprazole
-Pasien yang memiliki riwayat penurunan fungsi ginjal

Interaksi Obat
- Peningkatan risiko efek kardiotoksik digoxin-diinduksi.
- Peningkatan risiko hipomagnesemia (kurang kadar magnesium dalam darah) dengan diuretik.
- Penurunan penyerapan itrakonazol, ketokonazol, posaconazole, dasatinib, garam besi.
- Dapat meningkatkan benzodiazepin plasma konsentrasi (misalnya diazepam), klaritromisin dan methotrexate.
- Dapat mengurangi efek antiplatelet clopidogrel.
- Dapat memperpanjang eliminasi diazepam, cilostazol, fenitoin dan siklosporin

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Contral ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan percobaan menunjukan adanya efek samping pada janin namun belum ada studi kontrol pada wanita hamil, obat dapat diberikan apabila efek terapinya lebih besar dari resiko pada janin