Pengertian

Contrexyn merupakan obat yang mengandung Acetylsalicylic acid. Contrexyn digunakan sebagai obat penurun demam dan pereda nyeri ringan hingga sedang.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas
  • Kelas Terapi: Antikoagulan, Antiplatelet dan Fibrinolitik (Trombolitik)
  • Kandungan: Acetylsalicylic Acid 80 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 4 tablet
  • Farmasi: Supra Ferbindo Farma.

Kegunaan

Contrexyn digunakan sebagai obat penurun demam dan pereda nyeri seperti sakit kepala, sakit gigi dan nyeri ringan lainnya.

Dosis & Cara Penggunaan

Aturan penggunaan:

  • Dewasa: 2-3 tablet, bila perlu diulang tiap 4 jam, maksimal 4 gram perhari.
  • Anak diatas 12 tahun: 2 tablet.
  • Anak 6-12 tahun: 1 tablet.
  • Anak 3-5 tahun: 0.5 tablet.
  • Anak 1-2 tahun: 0.25 tablet.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin bisa terjadi adalah mual dan muntah, gangguan pencernaan, diare atau konstipasi, sakit kepala, tukak lambung, tinja berwarna hitam atau disertai darah, muntah darah, perut kembung, nyeri ulu hati.

Kontraindikasi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap asetosal
  • Pasien yang memiliki riwayat gangguan pendarahan
  • Pasien yang memiliki riwayat asma dan tukak lambung

Interaksi Obat:

  • Antikoagulan (misalnya, warfarin atau kumarin), karena obat-obat ini jika diberikan bersamaan ibuprofen meningkatkan resiko perdarahan lambung.
  • Asetosal menurunkan efektivitas Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor (misalnya, enalapril) atau diuretik (misalnya, furosemide, hydrochlorothiazide).
  • Mengganggu efek antiplatelet aspirin dosis rendah yang menyebabkan efektivitas aspirin menurun bila digunakan untuk cardioprotection dan pencegahan stroke.

Keamanan Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Contrexyn ke dalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut:

Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).