Pengertian

Copegus 200 mg Tablet termasuk golongan obat keras yang mengandung zat aktif Ribavirin. Ribavirin adalah antivirus yang digunakan dalam kombinasi dengan interferon untuk mengobati hepatitis C berkelanjutan. Infeksi jangka panjang hepatitis C menyebabkan pembengkakan hati yang dapat menyebabkan kondisi hati yang serius seperti jaringan parut, kanker, dan kegagalan organ. Copegus 200 mg Tablet bekerja dengan mengurangi jumlah virus hepatitis C dalam tubuh Anda, yang dapat membantu memulihkan hati Anda. Namun, Copegus 200 mg Tablet bukan obat untuk infeksi hepatitis C, dan tidak mencegah penyebaran Hepatitis C ke orang lain melalui kontak seksual atau kontaminasi darah (misalnya, berbagi digunakan jarum).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kategori: Antivirus.
  • Kandungan: Ribavirin 200 mg.
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Botol Plastik.
  • Kemasan: Botol Plastik @ 42 Tablet.
  • Farmasi: Boehringer Ingelheim

Kegunaan

Copegus Tablet digunakan sebagai antivirus untuk mengobati hepatitis C.

Dosis & Cara Penggunaan

Copegus Tablet termasuk kedalam obat keras, yang hanya dapat dibeli dengan resep dari Dokter dan dapat dikonsumsi sesuai dengan aturan pakai yang diberikan oleh Dokter. Aturan Pakai obat ini sebagai berikut :

Dosis Normal Untuk Orang Dewasa Penderita Hepatitis C Kronis:
- Berat badan kurang dari 66 kg: 400 mg diminum langsung dua kali sehari.
- Berat badan 66-80 kg: 400 mg diminum langsung di pagi hari dan 600 mg di malam hari.
- Berat badan 81-105 kg: 600 mg diminum langsung dua kali sehari.
- Berat badan lebih besar dari 105 kg: 600 mg diminum langsung di pagi hari dan 800 mg di malam hari.

Efek Samping

Semua obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Efek samping yang ditimbulkan dari pengonsumsian Copegus Tablet adalah sebagai berikut:
1. Sakit punggung.
2. Sakit leher.
3. Infeksi virus.
4. Pusing.
5. Tekanan darah rendah.
6. Berat menurun.
Bila efek samping menetap bahkan memburuk segera hentikan pengonsumsian dan segera konsultasikan ke Dokter.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Copegus pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Hipersensitif (alergi).
3. Riwayat penyakit jantung.
4. Gangguan hati.
5. Riwayat gangguan kejiwaan.
6. wanita hamil dan menyusui.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Copegus 200 mg Tablet:
1. Azatioprin Dapat memperburuk imunosupresi.
2. Peningkatan risiko anemia.
3. Antasid yang mengandung Mg, Al, dan simetikon.
4. Meningkatnya risiko asidosis laktat (kondisi yang terjadi ketika kadar asam di dalam tubuh sangat tinggi) dengan analog nukleosida lainnya.

Keamanan Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Copegus Tablet kedalam Kategori X :

Studi pada binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas janin dan besarnya resiko obat ini pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaatnya. Dikontraindikasikan bagi wanita hamil atau wanita usia subur.

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Copegus Tablet selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.