Pengertian

Cordarone merupakan salah satu nama dagang dari zat aktif Amiodarone yang digunakan baik dengan atau tanpa kombinasi dari obat lain untuk membantu mengobati beberapa jenis gangguan denyut jantung tidak teratur (seperti persisten fibrilasi ventrikel /takikardia). Cordarone digunakan untuk mengembalikan irama jantung normal dan mempertahankan detak jantung stabil.

Cordarone dikenal sebagai obat anti aritmia (ganguan irama jantung) yang bekerja dengan menghalangi sinyal-sinyal listrik tertentu pada jantung yang dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur.

Untuk memaksimalkan kerja dari Cordarone, dianjurkan untuk memulai gaya hidup yang sehat dengan berolahraga teratur, mengkonsumsi makan makanan yang banyak mengandung serat. Bila Anda yang memiliki kebiasaan merokok atau minum minuman keras, hentikan kebiasaan tersebut selama pengobatan dengan Cordarone.

Keterangan

  1. Cordarone Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kategori: Obat Jantung
    • Kandungan: Amiodarone 150 mg/3 mL
    • Bentuk: Ampul
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Box, 6 Ampul @ 3 mL
    • Farmasi: Aventis Pharma
  2. Cordarone Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kategori: Obat Jantung
    • Kandungan: Amiodarone 200 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Aventis Pharma.

Kegunaan

Cordarone digunakan untuk membantu mengobati beberapa jenis penyakit jantung serius.

Dosis & Cara Penggunaan

Cordarone termasuk obat keras sehingga Dosis dan Cara Penggunaan Cordarone harus berdasarkan resep Dokter. Penggunaan Cordarone Injeksi harus dilakukan oleh Tenaga Medis Profesional.

Aturan penggunaan Cordarone Injeksi:

  • Fibrilasi ventrikel yang tak berdenyut atau takikardia ventrikel
    Dewasa: Awalnya, 300 mg atau 5 mg / kg melalui injeksi cepat.
  • Aritmia supraventrikular dan ventrikel
    Dewasa: Awalnya, 5 mg / kg lebih dari 20-120 menit, dapat diulangi jika diperlukan, hingga dosis total 1.200 mg (sekitar 15 mg / kg) dengan tingkat yang disesuaikan berdasarkan respons klinis selama 24 jam.

Aturan penggunaan Cordarone Tablet:

  • Aritmia supraventrikular dan ventrikel
    Dewasa: Awalnya, 200 mg tid untuk 1 minggu, kemudian dikurangi menjadi 200 mg 2 kali sehari untuk minggu berikutnya. Pemeliharaan: ≤200 mg setiap hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cordarone, yaitu:
1. Hipotensi.
2. Tremor.
3. Mimpi buruk, sulit tidur, sakit kepala.
4. Mual, muntah, rasa logam.
5. Berkeringat.
6. Perubahan warna kulit biru-abu-abu.
7. Kelelahan.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Cordarone pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Riwayat disfungsi tiroid.
  • Sensitivitas yodium.
  • Kolaps sirkulasi.
  • Hipotensi berat.
  • Ibu menyusui.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat yang memperpanjang interval QT.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Cordarone:

  • Peningkatan konsentrasi dengan inhibitor CYP3A4 (Inhibitor HIV-protease, simetidin).
  • Berkurangnya konsentrasi dengan pemicu CYP3A4 (Rifampisin, fenitoin).
  • Dapat menginduksi bradikardia dengan β-blocker, Ca channel blocker, dan obat antiaritmia lainnya.
  • Dapat meningkatkan risiko aritmia dengan obat yg menyebabkan hipomagnesemia dan hipokalemia (Diuretik, kortikosteroid sistemik).
  • Dapat meningkatkan konsentrasi siklosporin, clonazepam, digoxin, flecainide, fenitoin, procainamide, quinidine, simvastatin, dan warfarin.
  • Dapat mempengaruhi obat yang merupakan substrat P-glikoprotein.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cordarone ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).