Pengertian

Corsamet merupakan obat berbentuk tablet yang di produksi oleh Corsa Industries Ltd. Obat ini mengandung Cimetidine yang diindikasikan untuk pengobatan tukak lambung dan penyakit refluks gastro-esofagus (GERD). Cimetidine merupakan obat golongan antagonis reseptor histamin H2 yang bekerja dengan cara menghambat histamin pada reseptor H2 sel parietal lambung yang mengakibatkan penurunan sekresi asam lambung, volume lambung dan konsentrasi ion hidrogen. Obat ini juga digunakan pada pasien dengan insufisiensi pankreas untuk mengurangi pemecahan suplemen enzim pankreas.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kategori: Antasida, Agen Antireflux, dan Antiulceran
  • Kandungan: Cimetidine 200 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Corsa Industries Ltd

Kegunaan

Corsamet diindikasikan untuk mencegah perdarahan gastrointestinal, tukak lambung dan duodenum, sindrom Zollinger-Ellison, mengobati penyakit refluks gastroesofagus.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Profilaksis Perdarahan Gastrointestinal akibat Ulserasi Stres
Dewasa: 200-400 mg setiap 4-6 jam.

Tukak Lambung dan Duodenum yang Jinak
Dewasa: 800 mg setiap hari sebelum tidur atau 400 mg 2 x sehari setidaknya selama 4 minggu untuk tukak duodenum, 6 minggu untuk tukak lambung dan 8 minggu untuk ulkus terkait penggunaan obat anti inflamasi non steroid. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg 4 x sehari jika perlu. Dosis pemeliharaan: 400 mg setiap hari sebelum tidur atau 2 x sehari.

Sindrom Zollinger-Ellison
Dewasa: 300 atau 400 mg 4 x sehari, tingkatkan dosis jika perlu.

Penyakit Refluks Gastroesofagus
Dewasa: 400 mg 4 x sehari atau 800 mg 2 x sehari selama 4-12 minggu.

Efek Samping

Efek Samping:
Diare, gangguan saluran pencernaan lainnya, pusing, sakit kepala, kelelahan, nyeri sendi, nyeri otot, ruam.
Jarang, reaksi hipersensitif dan demam, kelainan darah (misalnya agranulositosis (sumsum tulang gagal membentuk granulosit), leukopenia (jumlah leukosit kurang dari normal), dan trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)), pankreatitis akut, nefritis interstitial, halusinasi dan depresi, gangguan cardiovascular (misalnya: Bradikardia (denyut jantung yang lambat), takikardia (detak jantung melebihi 100 kali per menit), blok jantung).

Kontraindikasi: -

Interaksi Obat:
Mengurangi penyerapan dasatinib, ketoconazole, itraconazole dan posaconazole. Dapat meningkatkan kadar fenitoin, teofilin, lidokain, hidroksizin, dan antikoagulan oral dalam serum. Penyerapan obat dapat berkurang jika digunakan bersamaan dengan antasida. Penurunan bioavailabilitas jika digunakan bersamaan dengan metoclopramide, sucralfate atau propantheline. Dapat mempotensiasi efek myelosupresif (misalnya: Agranulositosis, neutropenia) dari obat myelosupresif (misalnya: Antimetabolit, zat alkilasi) atau terapi (misalnya: Radiasi).

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan corsamet dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut

Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).