Pengertian

Corsona merupakan obat yang mengandung Deksametason yang masuk ke dalam golongan hormon kortikosteroid (glukokortikoid). Corsona ini membantu mengurangi respon defensif (pertahanan) alami tubuh anda dan mengurangi gejala seperti reaksi pembengkakan dan alergi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid.
  • Kandungan: Dexamethasone 5 mg/ml.
  • Bentuk: Cairan Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Ampul.
  • Kemasan: Ampul @ 1 mL.
  • Farmasi: PT Phapros.

Kegunaan

Corsona digunakan untuk mengobati kondisi seperti artritis, gangguan sistem darah, hormon atau kekebalan tubuh, reaksi alergi, kondisi kulit dan mata tertentu, masalah pernapasan, gangguan usus tertentu, dan kanker tertentu. Corsona juga digunakan sebagai tes untuk gangguan kelenjar adrenal (sindrom Cushing).

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Corsona harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan Corsona adalah sebagai berikut:

  • Terapi intensif atau darurat 2-4 mg 6-8 kali sehari (secara injeksi intramuskular atau intravena), maksimal 50 mg/hari.
  • Syok 1-6 mg/kg berat badan dosis tunggal.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi yaitu:
- Penahanan air dan garam
- Pembengkakan tungkai kaki
- Tekanan darah tinggi
- Tidak terjadinya menstruasi pada siklus bulanannya
- Pankreatitis akut
- Osteonekrosis
- Lemah otot
- Sindrom Cushing
- Peningkatan tekanan intraokular
- Gangguan penglihatan
- Atrofi lokal
- Nafsu makan meningkat
- Pertumbuhan terlambat.

Kontraindikasi
- Hipersensitivitas
- Infeksi aktif yang tidak diobati.

Interaksi Obat
Efektivitas Corsona Ampul berkurang dengan fenitoin, fenobarbital, rifampisin, vitamin A, tetrasiklin dan antibiotik lain, tiazid, antikoagulan oral, obat penurun gula darah oral dan salisilat.

Keamanan Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Corsona ke dalam Kategori C, D:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Kateori D: Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).