Pengertian

Cortesa merupakan obat berbentuk tablet yang di produksi oleh Harsen. Cortesa mengandung Methylprednisolone yang diindikasikan untuk mengobati alergi. Cortesa bekerja dengan cara berikatan dan mengaktifkan reseptor glukokortikoid intraseluler. Reseptor glukokortikoid teraktivasi mengikat ke daerah promotor DNA (yang dapat mengaktifkan atau menekan transkripsi) dan mengaktifkan faktor transkripsi yang mengakibatkan inaktivasi gen melalui deasetilasi histones.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid
  • Kandungan: Methylprednisolone 4 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Harsen

Kegunaan

Cortesa diindikasikan untuk mengobati kondisi alergi, antiinflamasi atau imunosupresif.

Dosis & Cara Penggunaan

Cortesa merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan cortesa juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Kondisi Alergi
    • Dewasa: 24 mg pada hari 1 (2 tablet sebelum sarapan, 1 tablet setelah makan siang, 1 tablet setelah makan malam, dan 2 tablet sebelum tidur) atau 24 mg sebagai dosis tunggal atau dalam 2-3 dosis terbagi pada saat inisiasi (terlepas dari waktu hari) )
    • Dosis 20 mg pada hari ke 2 (1 tablet sebelum sarapan, 1 tablet setelah makan siang, 1 tablet setelah makan malam, dan 2 tablet sebelum tidur)
    • Dosis 16 mg pada hari ke 3 (1 tablet sebelum sarapan, 1 tablet setelah makan siang, 1 tablet setelah makan malam, dan 1 tablet sebelum tidur)
    • Dosis 12 mg pada hari ke 4 (1 tablet sebelum sarapan, 1 tablet setelah makan siang, dan 1 tablet sebelum tidur).
    • Dosis 8 mg pada hari ke 5 (1 tablet sebelum sarapan dan 1 tablet sebelum tidur).
    • Dosis 4 mg pada hari ke 6, diberikan sebelum sarapan.
  • Antiinflamasi atau Imunosupresif
    • Dewasa: Dosis awal: 2-60 mg setiap hari dalam 1-4 dosis terbagi, tergantung pada penyakit yang sedang dirawat.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cortesa, antara lain:

  • Reaksi alergi berat.
  • Gangguan kejiwaan (depresi).
  • Insomnia.
  • Hipertensi.
  • Tukak peptik.
  • Atrofi kulit.
  • Jerawat.
  • Kelemahan otot.
  • Penurunan K darah.

Kontraindikasi:

  • Tidak boleh diberikan pada pasien dengan infeksi jamur sistemik kecuali terapi anti infeksi khusus digunakan.

Interaksi Obat:

  • Risiko hipokalaemia jika diberikan bersamaan dengan agen penipisan K (misalnya: Amfoterisin B, diuretik).
  • Penurunan celarance jika diberikan bersamaan dengan antibiotik macrolide.
  • Dapat menurunkan kadar isoniazid dalam serum.
  • Meningkatkan clearance jika diberikan bersamaan dengan kolestyramine.
  • Risiko kejang jika diberikan bersamaan dengan siklosporin. Meningkatkan risiko aritmia jika diberikan bersamaan dengan digitalis glikosida.
  • Menurunkan metabolisme jika diberikan bersamaan dengan estrogen, termasuk kontrasepsi oral.
  • Meningkatkan metabolisme jika diberikan bersamaan dengan penginduksi CYP3A4 (misalnya: Rifampisin, barbiturat).
  • Meningkatkan konsentrasi plasma jika diberikan bersamaan dengan penghambat CYP3A4 (misalnya: Ketoconazole, erythromycin).
  • Risiko efek saluran pencernaan jika diberikan bersamaan dengan aspirin atau obat anti inflamasi non steroid lain.
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan warfarin.
  • Dapat mengurangi efek terapeutik antidiabetik.
  • Berpotensi Fatal: Dapat mengurangi respons vaksin hidup atau yang dilemahkan.