Cortisone Acetate

Cortisone Acetate

Obat

Pengertian

Cortisone Acetate adalah obat untuk mengurangi bengkak dan reaksi alergi. Obat ini termasuk golongan glucocorticoid yang mengandung hormon kortikosteroid. Cortisone bekerja mengurangi respon pertahanan alami tubuh untuk meredakan gejala pembengkakan dan reaksi alergi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid.
  • Kandungan: Cortisone Acetate.
  • Bentuk: Cairan Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Box, 10 Vial @ 10 mL.
  • Farmasi: PT Harsen.

Kegunaan

Cortisone Acetate digunakan untuk mengobati kondisi seperti artritis, gangguan darah, hormon,sistem imun, reaksi alergi, kondisi-kondisi kulit dan mata tertentu, masalah pernapasan, dan kanker-kanker tertentu.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Cortisone Acetate harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan Cortisone Acetate yaitu:

  • Dosis untuk insufisiensi adrenal pada orang dewasa: 25 mg hingga 300 mg per hari, oral atau Intaramuskular, terbagi dalam 1 hingga 2 dosis.
  • Dosis untuk Idiopathic (Immune) Thrombocytopenic Purpura pada orang dewasa: 25 mg hingga 300 mg per hari, oral atau IM, terbagi dalam 1 hingga 2 dosis.
  • Dosis untuk Syok pada orang dewasa: 25 mg hingga 300 mg per hari, oral atau Intaramuskular, terbagi dalam 1 hingga 2 dosis.
  • Dosis untuk Hemolytic Anemia pada orang dewasa: 25 mg hingga 300 mg per hari, oral atau Intaramuskular, terbagi dalam 1 hingga 2 dosis.
  • Dosis untuk Erythroblastopenia pada orang dewasa: 25 mg hingga 300 mg per hari, oral atau Intaramuskular, terbagi dalam 1 hingga 2 dosis.
  • Dosis untuk sindrom Loeffler’s pada orang dewasa: 25 mg hingga 300 mg per hari, oral atau Intaramuskular, terbagi dalam 1 hingga 2 dosis.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cortisone Acetate, antara lain:

  • Kesulitan tidur.
  • Pusing atau merasa kepala ringan.
  • Sakit kepala.
  • Peningkatan nafsu makan.
  • Peningkatan berkeringat.
  • Gangguan pencernaan.
  • Gelisah.

Kontraindikasi
- Hipersensitivitas
- Infeksi serius (kecuali syok septik atau meningitis tuberkulosis).

Interaksi Obat
- Efeknya berkurang jika digunakan bersama dengan barbiturat, fenitoin, rifampisin.
- Dapat mengurangi efek warfarin dan salisilat.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cortisone Acetate ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter