Pengertian

Cravit adalah obat yang memiliki kandungan levofloxacin. Cravit merupakan antibiotik yang digunakan untuk membantu mengobati Sinusitis bakterial akut (peradangan, atau pembengkakan, dari jaringan yang melapisi sinus), bronkitis kronik eksaserbasi akut (menurunnya kualitas hidup penderita akibat menurunnya faal baru), pneumonia (radang paru-paru), infeksi kulit dan struktur kulit, infeksi saluran kemih dan pielonefritis akut (reaksi inflamasi (peradangan) akibat infeksi yang terjadi pada pielum dan parenkim ginjal). Hati-hati bila terdapat riwayat hipersensitivitas, diperlukan penyesuaian dosis untuk pasien gangguan fungsi ginjal, hati-hati pemberian pada pasien dengan riwayat gangguan tendon terkait quinolone.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik.
  • Kandungan: Levofloxacin 750 mg/150 mL.
  • Bentuk: Cairan Infus.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol 150 mL.
  • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan

Cravit merupakan antibiotik yang digunakan untuk membantu mengobati Sinusitis bakterial akut (peradangan, atau pembengkakan, dari jaringan yang melapisi sinus), bronkitis kronik eksaserbasi akut (menurunnya kualitas hidup penderita akibat menurunnya faal baru), pneumonia (radang paru-paru), infeksi kulit dan struktur kulit, infeksi saluran kemih dan pielonefritis akut (reaksi inflamasi (peradangan) akibat infeksi yang terjadi pada pielum dan parenkim ginjal).

Dosis & Cara Penggunaan

Dewasa: 250 - 750 mg / hari satu kali sehari bergantung beratnya infeksi. Selama 5 - 14 hari bergantung beratnya infeksi.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi diare, mual, muntah, ruam, urtikaria, sakit kepala, gatal, nyeri tendon, tendinitis, insomnia dan nyeri perut.

Kontraindikasi
Anak usia kurang dari 18 tahun, ibu hamil dan menyusui, epilepsi, hipersensitivitas, pasien riwayat gangguan tendon terkait quinolone.

Interaksi Obat
Obat ini memiliki interaksi obat prednisone, tramadol, dan warfarin.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Cravit ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Cravit selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.