Pengertian

Crestor merupakan sediaan obat yang mengandung Rosuvastatin, obat yang digunakan bersama dengan diet yang tepat untuk membantu menurunkan kolesterol jahat dan lemak (seperti LDL, trigliserida) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam darah. Crestor termasuk dalam golongan obat statin yang bekerja dengan cara mengurangi produksi jumlah kolesterol. Menurunkan kadar kolesterol, dan trigliserida dapat mengurangi risiko penyakit jantung (membantu mencegah stroke dan serangan jantung). Selain itu, makanan yang sehat (seperti diet rendah kolesterol / rendah lemak), perubahan gaya hidup, berolahraga, menurunkan berat badan jika kelebihan berat badan, dan berhenti merokok dapat membantu Crestor bekerja lebih baik. Crestor tersedia dalam beberapa kekuatan dosis yang berbeda, yaitu Crestor 5 mg, 10 mg, 20 mg, dan 40 mg. Adanya, perbedaan kekuatan dosis digunakan untuk membedakan tingkat tujuan terapi atau rasa sakit, dan kondisi biologis yang diderita oleh pasien.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Agen Dislipidemik.
  • Kandungan: Rosuvastatin 5 mg; Rosuvastatin 10 mg; Rosuvastatin 20 mg; Rosuvastatin 40 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @14 Tablet.
  • Farmasi: Astra Zeneca.

Kegunaan

Crestor digunakan untuk pasien Hiperkolesterolemia primer (tipe IIa termasuk hiperkolesterolemia familial heterozigot) atau menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter:

Dosis individual. Awalnya 5 atau 10 mg sekali sehari, dapat disesuaikan dengan tingkat dosis berikutnya setelah 4 minggu, jika perlu. Harus sesuai dengan anjuran Dokter, dapat diberikan bersama atau tanpa makanan.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Crestor, yaitu:
1. Diabetes.
2. Sakit kepala.
3. Pusing.
4. Sembelit.
5. Mual.
6. Nyeri perut.
7. Pegal-pegal.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Crestorpada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitivitas.
  • Penyakit hati aktif termasuk peningkatan transaminase serum yang tidak terjelaskan.
  • Terapi siklosporin secara bersamaan.
  • Penggunaan fibrat secara bersamaan dengan dosis 40 mg.
  • Wanita yang berpotensi melahirkan, hamil dan menyusui.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Crestor:

  • Peningkatan konsentrasi plasma dan peningkatan risiko miopati dengan inhibitor transporter OATP1B1.
  • Peningkatan AUC dengan PI (misalnya, atazanavir, ritonavir).
  • Peningkatan Cmax dan AUC dengan gemfibrozil.
  • Peningkatan risiko miopati dg gemfibrozil, fenofibrate, fibrat lain dan niasin.
  • Peningkatan AUC dg ezetimibe pada subjek hiperkolesterolemia.
  • Penurunan plasma dengan suspek antasid yang mengandung Al dan Mg hidroksida.

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) Crestor termasuk dalam Kategori X dengan penjelasan sebagai berikut:
Studi pada binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas janin dan besarnya resiko obat ini pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaatnya. Dikontraindikasikan bagi wanita hamil atau wanita usia subur.