Pengertian

Criax mengandung ceftriaxone yang merupakan antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga, ceftriaxone bekerja dengan cara mengikat salah satu reseptor pada dinding sel bakteri, sehingga menyebabkan terjadinya penghambatan sintesis atau produksi dinding sel yang menyebabkan bakteri menjadi lemah dan setelahnya bakteri akan mati.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Ceftriaxone 1 gram
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan:  Vial @ 1 gram
  • Farmasi: Meprofarm

Kegunaan

Criax digunakan untuk mengobati infeksi bakteri gram negatif, mampu mengatasi infeksi nosokomial yang diperoleh di Rumah Sakit, mampu menembus sistem saraf pusat sehingga dapat menangani meningitis (infeksi selaput otak) akibat kuman pneumokokus, meningokokus, H.Influenza, E.coli, Klebsiella, dan penicillin-resistant N. gonorrhoeae.

Dosis & Cara Penggunaan

Criax merupakan obat yang termasuk ke dalam Golongan Obat Keras, sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Penggunaan Criax sebaiknya dibantu dengan petugas medis.

  • Infeksi Bakteri:
    - Anak-anak sampai usia 12 tahun : 20-50mg/kgBB, satu kali sehari melalui intra vena
    - Dewasa : 1 gram satu kali sehari melalui intravena
  • Pencegahan infeksi saat pembedahan:
    - Dewasa 1 gram melalui intravena setengah jam sampai 2 jam sebelum oprasi.
  • Meningitis:
    Dosis 2 gram melalui intravena setiap 12 jam selama 7 sampai 14 hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Criax, antara lain:

  • Sesak dada.
  • Batuk.
  • Demam.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Nafas pendek.
  • Sakit tenggorokan.
  • Pembengkakan kelenjar.
  • Tukak lambung.
  • Muncul bintik-bintik putih pada bibir atau didalam mulut.
  • Pendarahan yang tidak biasa atau memar.
  • Kelelahan atau lemas.

Kontraindikasi
- Pasien yang memiliki riwayat hipersensitifitas pada antibiotik golongan penisilin.
- Pasien yang memiliki gangguan ginjal, hati, dan diabetes.

Keamanan kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Criax ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).