Pengertian

Custodiol mengandung Bisacodyl yang merupakan obat untuk membantu mengobati sembelit. Custodiol juga dapat digunakan untuk membantu membersihkan usus atau mengosongkan perut sebelum pemeriksaan usus atau bedah. Custodiol dikenal sebagai pencahar stimulan yang bekerja dengan meningkatkan gerakan usus, membantu tinja untuk keluar.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas terapi: Laksatif, Stimulan
  • Kandungan: Bisacodyl 5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Dus, 3 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Pharos Indonesia.

Kegunaan

Custodiol merupakan obat untuk membantu mengatasi sembelit atau konstipasi serta untuk mengosongkan perut sebelum melakukan operasi.

Dosis & Cara Penggunaan

  • Dewasa: 2 - 3 tablet perhari,
  • Anak usia 6 - 12 tahun: 1 tablet perhari.

Dapat diminum sebelum maupun sesudah makan.

Efek Samping

Efek Samping yang dapat timbul saat penggunaan Custodiol adalah:
1. Ketidaknyamanan perut (misalnya Kolik, kram)
2. Diare
3. Gangguan elektrolit
4. Mual
5. Vertigo
6. Muntah
7. haematochezia (munculnya darah segar pada tinja); iritasi dan proktitis (dubur).

Kontraindikasi:
Kondisi perut akut (misalnya Apendisitis, penyakit radang usus), obstruksi usus (penyumbatan yang terjadi di dalam usus), ileus (otot usus lumpuh), dehidrasi parah, sakit perut parah yang berhubungan dengan mual dan muntah.

Interaksi Obat:

  • Risiko dispepsia (Nyeri perut) dan iritasi lambung dengan antasid
  • Peningkatan risiko ketidakseimbangan elektrolit dengan diuretik atau adreno-kortikosteroid.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Custodiol ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.