Pengertian

Cyclovid merupakan obat golongan kemoterapi sitotoksik yang memiliki kandungan aktif Cyclophosphamide. Zat aktif ini memiliki kemampuan untuk mengeliminasi sel kanker dan biasa digunakan sebagai terapi kanker payudara, kanker ovarium, limfogranulomatosis, limfosarkoma, sarkoma sel retikulum, leukemia dan multipel mieloma. Cyclovid memiliki mekanisme kerja dengan cara berikatan silang terhadap DNA sehingga menghambat poliferasi (pembelahan) sel kanker.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kemoterapi Sitotoksik.
  • Kandungan: Cyclophosphamide 1 gram; Cyclophosphamide 200 mg; Cyclophosphamide 500 mg.
  • Bentuk: Serbuk.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Vial 1 gram; Vial 200 mg; Vial 500 mg.
  • Farmasi: PT Novell Pharmaceutical Laboratories.

Kegunaan

Cyclovid digunakan sebagai terapi kanker payudara, kanker paru, kanker ovarium, limfogranulomatosis, limfosarkoma, sarkoma sel retikulum, leukemia, multipel mieloma.

Dosis & Cara Penggunaan

Cyclovid merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan cyclovid juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan cyclovid injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

  1. Dewasa :
    • Untuk penderita penyakit parah:
      Dosis awal untuk pasien tanpa riwayat penyakit gangguan darah antara 40 sampai 50 mg/kg selama 2 sampai 5 hari. Dosis juga bisa diberikan 10 sampai 15 mg/kg selama 7 sampai 10 hari, atau 5mg/kg dua kali seminggu.
    • Untuk mengatasi kanker rahim:
      600 mg/kg lewat infus di hari pertama dikombinasikan dengan carboplatin atau cisplatin. Lakukan setiap 28 hari.
    • Untuk mengatasi myeloma:
      10 mg/kg IV di hari pertama dikombinasikan dengan pengobatan kemoterapi lain yang terbagi dalam M2.
  2. Anak-anak :
    • Untuk penyakit parah:
      Dosis awal untuk pasien tanpa riwayat penyakit gangguan darah antara 40 sampai 50 mg/kg, yang biasanya dikonsumsi dalam 2 sampai 5 hari atau 10 sampai 15 mg/kg yang dikonsumsi dalam 7 sampai 10 hari, atau 5mg/kg dua kali seminggu.

Efek Samping

Efek samping yang dapat terjadi dari penggunaan Cyclovid adalah:

  1. Mual, muntah, diare, dan ruam kulit.
  2. Rambut rontok, perubahan warna kulit dan kuku, dan sakit perut.
  3. Periode menstruasi yang terhenti.
  4. Gangguan metabolisme karbohidrat, kehilangan nafsu makan, dan lemas.


Kontraindikasi:

Hindari penggunaan Cyclovid pada pasien yang memiliki indikasi:

  1. Aplasia sumsum tulang belakang (kelainan atau kecacatan pada sumsum tulang belakang sejak lahir).
  2. Penyumbatan saluran kemih.
  3. Infeksi saluran kemih.
  4. Infeksi akut.
  5. Toksisitas urothelial (kondisi keracunan pada saluran kemih akibat obat atau radiasi).


Interaksi Obat:

Beberapa obat yang berpotensi menimbulkan efek tertentu jika digunakan bersamaan dengan Cyclovid adalah:

  1. Doxorubicin, efeknya berupa kerusakan pada jantung.
  2. ACE inhibitor, efeknya berupa kelainan darah.
  3. Amiodarone, efeknya berupa kerusakan pada paru-paru.
  4. Amphotericin B, efeknya berupa kerusakan pada ginjal.
  5. Azathioprine, efeknya berupa kerusakan pada hati.
  6. Metronidazole, efeknya berupa gangguan fungsi otak.


Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cyclovid ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).