Pengertian

Cyproheptadine adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis alergi dengan salah satu merek dagang Cydifar. Obat ini termasuk golongan antihistamin generasi pertama. Histamin secara alami sudah ada dalam tubuh yang dapat menghasilkan berbagai reaksi alergi. Cyproheptadine bekerja dengan cara menghambat efek dari histamin sehingga berbagai reaksi alergi itu dapat dikurangi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antihistamin dan Antialergi.
  • Kandungan: Cyproheptadine HCl 4 mg.
  • Bentuk: Kaplet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Kaplet.
  • Farmasi: PT Ifars Pharmaceutical Laboratories.

Kegunaan

Cydifar memiliki kegunaan sebagai terapi manifestasi alergi pada urtikaria dan angioderma, cold urtikaria, rinitis alergi.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Cydifar harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan Cydifar adalah:
Dewasa: 4-20 mg dalam dosis bagi. Dosis awal: 3x1 kapsul.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Cydifar adalah:
1. Mual, muntah, diare, sakit perut, dan hilang nafsu makan.
2. Rambut rontok, sakit saat buang air kecil, muncul ruam dan gatal pada kulit.
3. Pembengkakan pada tungkai, penyakit kuning, BAB berdarah, dan sesak napas.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Cydifar pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Glaukoma sudut sempit (kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata).
2. Penyumbatan leher kandung kemih, dan penyumbatan pororoduodenal.
3. Hiperplasia prostat simtomatik (peristiwa meningkatnya jumlah sel yang terjadi pada prostat akibat peningkatan proses mitosis).
4. Tukak lambung (suatu luka pada lapisan mukosa duodenum (bagian atas dari usus kecil) atau lambung).
5. Menggunakan obat MAO inhibitor.
6. Lansia yang lemah.
7. Bayi baru lahir prematur.
8. Ibu menyusui.

Interaksi Obat
Berikut ini adalah interaksi obat yang umumnya terjadi pada Cydifar:
1. Dapat memiliki efek aditif dengan depresan SSP (misalnya: hipnotik, obat penenang, obat penenang, agen anti ansietas).
2. Penggunaan bersama MAO inhibitor dapat memperpanjang dan memperkuat efek antikolinergik antihistamin.

Kategori Kesehatan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Cydifar ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut: Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya). Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Cydifar selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.