Pengertian

Damaben adalah obat yang berfungsi untuk mempercepat pendorongan makanan dari lambung menuju usus kecil. Damaben mengandung Metoclopramide HCl yang digunakan untuk mengobati gastroparesis (otot lambung menjadi lemah dan mengganggu kemampuan mencerna makanan) diabetes akut dan berulang; mengatasi mual dan muntah pasca operasi terkait obat; mulas sekunder akibat refluks esofagitis (asam lambung mengalir ke sepanjang kerongkongan).

Keterangan

  1. Damaben Drops
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Regulator Gastrointestinal, Antiflatulen, dan Anti Inflamasi
    • Kandungan: Metoclopramide HCI 4 mg/mL
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 10 mL
    • Farmasi: Sanbe
  2. Damaben Sirup
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Regulator Gastrointestinal, Antiflatulen, dan Anti Inflamasi
    • Kandungan: Metoclopramide HCI 5 mg/5 mL
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 60 mL
    • Farmasi: Sanbe
  3. Damaben Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Regulator Gastrointestinal, Antiflatulen, dan Anti Inflamasi
    • Kandungan: Metoclopramide HCI 5 mg/5 mL
    • Bentuk: Ampul
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Dus, Ampul @ 2 mL
    • Farmasi: Sanbe
  4. Damaben Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi:Regulator Gastrointestinal, Antiflatulen, dan Anti Inflamasi
    • Kandungan: Metoclopramide HCI 10 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Tablet
    • Kemasan: Dus, 10 Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Sanbe

Kegunaan

Damaben digunakan untuk mengobati gastroparesis diabetes akut dan berulang; mengatasi mual dan muntah pasca operasi terkait obat; mulas sekunder akibat refluks esofagitis.

Dosis & Cara Penggunaan

Damaben merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Damaben juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan Damaben injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

  1. Damaben Tablet
    • Mual dan muntah akibat kemoterapi atau radioterapi
      Dewasa: di berikan 1 tablet, di minum 3 kali sehari, maksimal selama 5 hari.
    • Pencegahan mual dan muntah pasca kemoterapi
      Dewasa: Dosis awal 2 mg/kg berat badan, 15-30 menit sebelum kemoterapi.
  2. Damaben Injeksi
    • Pemeriksaan radiologi pada saluran pencernaan atas
      - Dewasa: di berikan dosis 10 mg dalam dosis tunggal.
      - Anak-anak 0-6 tahun: 0,1 mg/kg berat badan dalam dosis tunggal.
      - Anak-anak 6-14 tahun: 2,5-5 mg dalam dosis tunggal.
  3. Damaben Sirup
    • Di berikan 2 sendok takar (10 ml), di minum 3 kali/hari
  4. Damaben Drops
    • Anak-anak usia 1-6 tahun: di berikan dosis 0,1 mg / kg berat badan, di minum 2-3 kali sehari
    • Anak usia <1 tahun: di berikan 0,1 mg / kg berat badan, di minum 2 kali sehari

Efek Samping

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Gelisah
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Impoten (Ketidakmampuan ereksi)
  • Kelainan darah
  • Gangguan menstruasi
  • Ginekomastia (Jaringan payudara laki-laki yang membengkak yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon)
  • Galaktorea (keluar ASI)

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien yang memiliki riwayat epilepsi, pheochromocytoma (tumor langka pada kelenjar adrenal), gangguan mental, penyakit parkinson, hipertensi, sirosis (sel jaringan yang mati), gagal ginjal, gagal jantung.

Interaksi Obat

  • Menguatkan efek mengantuk jika digunakan bersama dengan obat
  • Dapat memperpanjang efek pelemas otot pada obat mivacurium dan suxamethonium.
  • Meningkatkan risiko sindrom serotonin jika digunakan bersama dengan obat antidepresan golongan SSRI.
  • Berisiko menurunkan efek dari obat digoxin.
  • Berisiko meningkatkan efek samping ciclosporin.
  • Berisiko saling mengurangi efek obat, bila diberikan bersama dopamine.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Damaben ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).