Pengertian

Danoclav merupakan obat yang mengandung Amoksisilin dan Asam Klavulanat. Obat ini termasuk golongan obat kombinasi penisilin. Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi sistemik, seperti: infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kemih, saluran cerna, kulit dan jaringan lunak.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Penisilin.
  • Kandungan: Amoksisilin 500 mg, Asam Klavulanat 125 mg.
  • Bentuk: Kaplet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 6 Kaplet.
  • Farmasi: PT Actavis.

Kegunaan

Danoclav Kaplet digunakan untuk pengobatan infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kemih, saluran cerna, kulit dan jaringan lunak.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis penggunaan Danoclav harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Aturan penggunaan Danoclav adalah sebagai berikut:

  • Dewasa dan anak > 12 tahun: Infeksi ringan: di berikan dosis 250 mg, di minum 3 kali sehari. Infeksi berat: di berikan dosis 500 mg, di minum 3 kali sehari. Paling baik diberikan pada saat mulai makan agar dapat diabsorpsi lebih baik dan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran cerna.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Danoclav antara lain:

  • Urtikaria
  • Ruam
  • Diare
  • Kolitis pseudomembranosa
  • Gangguan saluran cerna
  • Mual dan muntah

Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap penisilin.

Interaksi Obat
Danoclav dapat berinteraksi dengan obat-obat seperti :

  • Antikoagulan (misalnya, warfarin, dabigatran)
  • Allopurinol (salah satu obat penyakit asam urat)
  • Antibiotik tertentu
  • Obat kanker (methotrexate)
  • Obat urikosurik
  • Vaksin tifoid.

Kategori Kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Danoclav ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).