Pengertian

Decadryl expectorant mengandung Diprenhidramin HCL, amonium klorida, Na-sitrat, mentol, alkohol. Decadryl expectorant untuk mengobati batuk berdahak, pilek, influenza, asma, sakit ulu hati, gangguan perut, mabuk (darat, laut , dan udara), sesak nafas, penyakit-penyakit karena alergi dan lain-lain. Decadryl expectorant dapat mengencerkan sekresi dahak yang kental sehingga riak mudah dikeluarkan, memberikan perasaan lega dan mengurangi rasa nyeri.

Keterangan

  • Golongan: Obat bebas terbatas
  • Kelas Terapi: Obat Batuk
  • Kandungan: Diprenhidramin HCL, amonium klorida, Na-sitrat, mentol, alkohol
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Box, Botol @ 60 mL; Box, Botol @ 120 mL.
  • Farmasi: Harsen.

Kegunaan

Decadryl expectorant digunakan untuk membantu menyembuhkan batuk berdahak, pilek, influenza, asma, sakit ulu hati, gangguan perut, sesak nafas, penyakit-penyakit karena alergi dan lain-lain.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis pengguanaan Decadryl expectorant

  • Dewasa: diminum 1 atau 2 sendok teh setiap 2 atau 3 jam sekali (tidak boleh lebih dari 14 sendok teh dalam sehari).
  • Anak-anak diatas 6 tahun: dapat diminum ½ sampai 1 sendok teh setiap 3 jam ( tidak boleh lebih dari 6 sendok teh sehari).

Efek Samping

Efek samping yang mungkin timbul:
1. Rasa kantuk.
2. Gelisah.
3. Euforia.
4. Kejang.
5. Vertigo.
6. Penglihatan kabur.
7. Penglihatan ganda.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan pada pasien

  • Asma, emfisema, bronkitis kronis, atau jenis penyakit paru lainnya.
  • Glaukoma, yaitu kondisi meningkatnya tekanan pada mata dan menyebabkan penderitanya kehilangan penglihatan secara bertahap.
  • Gangguan fungsi kandung kemih yang disebabkan pembengkakan kelenjar prostat.
  • Penyakit jantung.
  • Hipertensi.
  • Gangguan kelenjar tiroid.

Interaksi Obat:

  • Meningkatkan efek mengantuk, bila diberikan dengan obat penenang dan antidepresan.
  • Meningkatkan efek obat antikolinergik, seperti atropin.

Kategori Kehamilan:
Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.
Diphenhydramine dapat diserap ke dalam ASI. Obat ini juga dapat mengurangi produksi ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan diphenhydramine tanpa berkonsultasi dengan dokter.