Pengertian

Decamidon merupakan golongan obat anti inflamasi non steroid yang berbentuk injeksi. Obat ini mengandung Methampyrone, amidopyrine, lidocaine HCl yang digunakan sebagai obat pengilang rasa sakit. Methampyrone berfungsi untuk menurunkan demam, meredakan nyeri ringan hingga sedang, serta berfungsi untuk melemeskan otot yang tegang. Amidopyrine berfungsi untuk mengurangi peradangan, meredakan nyeri dan menurunkan demam. Lidocaine HCl berfungsi sebagai anestesi lokal (bius lokal), sehingga tubuh kita tidak merasakan sakit.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid
  • Kandungan: Methampyrone 250 mg, amidopyrine 50 mg, lidocaine HCl 15 mg Per 1 ml
  • Bentuk: Cairan injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Vial @ 15 ml
  • Farmasi: Harsen

Kegunaan

Decamidon digunakan untuk meredakan nyeri.

Dosis & Cara Penggunaan

Decamidon merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan decamidon juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan decamidon injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

Dewasa:
Di berikan dosis 1-2 ml melalui injeksi intramuskular (melalui otot).

Efek Samping

  • Mengantuk
  • Gangguan saluran cerna
  • Leukopenia (jumlah leukosit kurang dari normal)
  • Agranulosit (sumsum tulang gagal membentuk granulosit)

Kontraindikasi

  • Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif.
  • Tidak boleh diberikan pada pasien yang tekanan darah sistoliknya < 100 mmHg
  • Tidak boleh diberikan bersamaan dengan klorpromazin

Interaksi Obat
Tidak boleh diberikan bersamaan dengan alkohol dan depresan sistem saraf pusat.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Decamidon ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).