Pengertian

Decasurik merupakan obat yang mengandung Allopurinol. Decasurik digunakan untuk mengobati asam urat dan komplikasinya, termasuk penyakit gout kronis. Allopurinol bekerja dengan cara menghambat enzim xanthine oksidase sehingga mengurangi pembentukan asam urat dan juga dapat menghambat sintesis purin. Enzim xanthine oksidase adalah enzim yang bertanggung jawab untuk oksidasi hypoxanthine dan xanthine.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat Hiperurisemia & Gout.
  • Kandungan: Allopurinol 100 mg; Allopurinol 300 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: 1 Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Harsen.

Kegunaan

Decasurik digunakan untuk:

  1. Pencegahan serangan gout kronis.
  2. Sindrom lisis tumor dalam kemoterapi karena kemoterapi sering menyebabkan terjadinya hyperuricemia akut berat. Penggunaan Decasurik (allopurinol) harus dihentikan ketika potensi kelebihan asam urat tidak lagi terjadi.
  3. Terapi cedera iskemik reperfusi.
  4. Batu ginjal dengan komponen asam urat dan kalsium oksalat (nefrolitiasis asam urat).
  5. Infeksi protozoa (leishmaniasis).
  6. Obat tambahan pengobatan epilepsi refrakter, karena obat ini merupakan agonis adenosin, yang menghambat rilis glutamin dari excitatory neurons, tetapi tidak mengubah konsentrasi plasma obat epilepsi lainnya.

Dosis & Cara Penggunaan

Decasurik termasuk ke dalam golongan obat keras. Pembeliannya wajib menggunakan resep Dokter. Konsultasilah terlebih dahulu kepada Dokter sebelum menggunakan obat ini. Sebab, dosis penggunaannya berbeda-beda untuk tiap pasien, tergantung berat ringannya penyakit yang diderita.

  • Untuk dosis awal: di berikan dosis 100 mg, di minum 1 x sehari.
  • Dosis pemeliharaan: di berikan dosis 200-300 mg (gout ringan), di minum 1 x sekali atau 400-600 mg / hari (gout yang cukup parah) dalam dosis terbagi.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi adalah terjadinya ruam kulit. Segera hentikan pemakaian obat jika muncul tanda-tanda yang lebih serius seperti pengelupasan kulit. Decasurik (allopurinol) adalah salah satu obat yang diketahui menyebabkan sindrom stevens-johnson (penyakit kulit akibat infeksi atau alergi) dan nekrolisis epidermal toksik (gangguan kulit berupa kehilangan lapisan kulit), dua kondisi dermatologis yang bisa menyebabkan kematian.

Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitif terhadap kandungan obat.

Interaksi Obat

  • Kurangi dosis azatriopin dan merkaptopurin menjadi seperempat dosis lazim, jika digunakan bersamaan dengan Decasurik (allopurinol).
  • Decasurik (allopurinol) memperpanjang waktu paruh antikoagulan, dicumarol dan kumarin. Waspadai kemungkinan perdarahan jika obat ini digunakan bersamaan.
  • Peningkatan frekuensi ruam kulit bisa terjadi saat digunakan bersamaan dengan ampicillin atau amoxicillin.
  • Decasurik (allopurinol) dapat meningkatkan konsentrasi teofilin, didanosin, dan siklosporin dalam plasma.
  • Resiko toksisitas captopril meningkat jika digunakan bersamaan dengan Decasurik (allopurinol) terutama bagi pasien dengan fungsi ginjal yang buruk.
  • Efek dan toksisitas obat sitotoksik meningkat jika digunakan bersamaan dengan Decasurik (allopurinol).
  • Resiko hipersensitivitas meningkat jika Decasurik (allopurinol) digunakan bersamaan dengan tiazid dan diuretik lainnya terutama bagi pasien dengan fungsi ginjal yang buruk.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Decasurik ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.