Pengertian

Decoderm merupakan obat yang mengandung Fluprednidene-21-acetate. Decoderm merupakan obat yang digunakan untuk membantu mengobati semua jenis alergi superfisial, pruritus (gatal seperti ruam) dan dermatosis inflamasi (kelainan kulit) termasuk eksim akut dan kronik, eritroderma, psoriasis (kulit bersisik). Decoderm Krim juga dapat digunakan untuk membantu mengobati luka bakar akibat terpapar sinar matahari, herpes simpleks, gigitan serangga.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid Topikal.
  • Kandungan: Fluprednidene-21-acetate.
  • Bentuk: Krim.
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Tube @ 10 Gram.
  • Farmasi: Merck Indonesia.

Kegunaan

Decoderm merupakan obat yang digunakan untuk membantu mengobati berbagai jenis alergi pada kulit.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis penggunaan Decoderm harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena Dosis Penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Aturan Penggunaan Decoderm: Oleskan 1-2 kali sehari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Decoderm Krim adalah: reaksi Alergi.

Kontraindikasi

  • Aplikasi dengan pembalut oklusif.
  • Pengobatan kondisi ulseratif, rosacea.
  • Penggunaan sembarangan dalam pruritus.

Interaksi obat

  • Mengurangi efek dengan barbiturat, carbamazepine, fenitoin, primidon, rifampisin.
  • Meningkatkan efek samping dengan tiazid, furosemide.
  • Meningkatkan insiden perdarahan saluran pencernaan dengan OAINS.
  • Mengurangi konsentrasi salisilat dalam serum.
  • Mengurangi efek antimuskarinik pada miastenia gravis.
  • Peningkatan kebutuhan antidiabetik dan antihipertensi.