Pengertian

Decolsin mengandung paracetamol, phenylpropanolamine HCl , ethylephedrine HCl, chlorpheniramine maleate, dextromethorphan HBr, guaifenesin. Decolsin untuk meredakan batuk yang menyertai gejala-gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin. Decolsin mengandung chlorpheniramine maleate sehingga dapat menyebabkan ngantuk.

Keterangan

  1. Decolsin Sirup
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Batuk dan Pilek
    • Kandungan: Paracetamol, phenylpropanolamine HCl , ethylephedrine HCl, chlorpheniramine maleate, dextromethorphan HBr, Guaifenesin
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol ; Strip
    • Kemasan: Box, Botol Plastik @ 60 mL
    • Farmasi: Medifarma Lab Inc 
  2. Decolsin Tablet
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Batuk dan Pilek
    • Kandungan: Paracetamol, phenylpropanolamine HCl , ethylephedrine HCl, chlorpheniramine maleate, dextromethorphan HBr, Guaifenesin
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Botol ; Strip
    • Kemasan: Box, 25 Catch Cover @ 1 Strip @ 4 Kapsul
    • Farmasi: Medifarma Lab Inc.

Kegunaan

Decolsin untuk meredakan batuk yang menyertai gejala-gejala flu seperti demem, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin.

Dosis & Cara Penggunaan

Decolsin merupakan obat bebas terbatas sehingga untuk pembeliannya tidak memerlukan resep dokter.

Aturan penggunaan Decolsin Sirup:
Dewasa: diminum 3 sampai 4 kali sehari 2 - 4 sendok takar.
Anak umur 7 sampai 12 tahun: diminum 3 sampai 4 kali sehari 1 - 2 sendok takar.
Anak umur 2 sampai 6 tahun: diminum 3 sampai 4 kali sehari 1 sendok takar.
Diminum setelah makan.

Aturan penggunaan Tablet:
3 kali sehari 1 tablet. Diminum setelah makan.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin timbul yaitu:
1. Sakit perut
2. Mengantuk
3. Pusing
4. Mual
5. Muntah

Kontraindikasi:
Asma, bronkitis, emfisema atau kondisi lain di mana batuk persisten atau kronis terjadi. Penggunaan bersamaan atau dalam 14 hari terapi MAOI atau SSRI. Anak-anak <12 tahun.

Interaksi Obat:

  • Efek ketergantungan ketika digunakan dengan antihistamin, psikotropika, dan depresan SSP lainnya.
  • Efek toksik yang meningkat ketika digunakan dengan inhibitor enzim CYP2D6 (mis. Fluoxetine, paroxetine, quinidine, terbinafine).
    Berpotensi Fatal: Peningkatan risiko sindrom serotonin (mis. Hiperpireksia, halusinasi, eksitasi kasar, atau koma) bila digunakan secara bersamaan dengan MAOI atau SSRI.

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Decolsin ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.